Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gen Z Tangguh Bencana, Anggota DPR RI Dini Rahmania Ajak Pelajar Peduli Keselamatan dan Lingkungan

Inneke Agustin • Senin, 11 Mei 2026 | 20:41 WIB
SAMBUTAN: Anggota Komisi VIII DPR RI  Dini Rahmania memberi sambutan dalam acara Gen Z Tangguh Bencana di Bale Hinggil, Kota Probolinggo, Minggu (10/5). (FAHREZA NURAGA/JAWA POS RADAR BROMO)
SAMBUTAN: Anggota Komisi VIII DPR RI  Dini Rahmania memberi sambutan dalam acara Gen Z Tangguh Bencana di Bale Hinggil, Kota Probolinggo, Minggu (10/5). (FAHREZA NURAGA/JAWA POS RADAR BROMO)

KESADARAN terhadap kebencanaan menjadi hal penting. Terutama bagi generasi muda yang akan menjadi garda terdepan masa depan. Berangkat dari semangat itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menggelar kegiatan bertajuk Gen Z Tangguh Bencana, Minggu (10/5).

Kegiatan yang diikuti 96 pelajar SMA sederajat dari Kota-Kabupaten Probolinggo, ini digelar di  Bale Hinggil, Kota Probolinggo. Mengusung tema Upgrade Skill, Upgrade Safety, kegiatan berlangsung hangat, interaktif, sekaligus edukatif.

Para peserta antusias mengikuti setiap sesi materi hingga praktik simulasi kebencanaan yang diberikan langsung oleh para narasumber berpengalaman. Kegiatan hasil kerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo, ini juga berkolaborasi dengan BPBD Kota Probolinggo dan Tagana Kabupaten Probolinggo. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pentingnya membangun budaya sadar bencana sejak usia muda.

Pada sesi pertama, peserta dibekali pemahaman mengenai dasar-dasar kebencanaan, mitigasi, hingga langkah penyelamatan diri saat terjadi situasi darurat. Materi disampaikan secara komunikatif, sehingga mudah dipahami para pelajar. Pada sesi kedua, para peserta diajak mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi secara langsung.

Dalam sambutannya, Dini Rahmania mengatakan, bencana bisa datang kapan saja tanpa bisa diprediksi. Karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi kemampuan dasar yang dimiliki setiap individu, khususnya generasi muda.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang belajar sesaat, melainkan mampu melahirkan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan keselamatan bersama. Dengan harapan, ilmu yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diteruskan kepada lingkungan sekitar, baik di sekolah maupun di rumah.

“Saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini muncul ide-ide kreatif untuk membentuk komunitas peduli lingkungan di sekolah maupun di masyarakat,” tuturnya.

SEMANGAT: Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania berfoto bersama para pelajar, BPBD Kota Probolinggo, dan Tagana Kabupaten Probolinggo dalam acara Gen Z Tangguh Bencana, Minggu (10/5). (FAHREZA NURAGA/JAWA POS RADAR BROMO)
SEMANGAT: Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania berfoto bersama para pelajar, BPBD Kota Probolinggo, dan Tagana Kabupaten Probolinggo dalam acara Gen Z Tangguh Bencana, Minggu (10/5). (FAHREZA NURAGA/JAWA POS RADAR BROMO)

Dini juga berharap Gerakan Gen Z Tangguh Bencana dapat terus berlanjut dan memberi dampak positif yang nyata di tengah masyarakat. “Saya yakin angkatan pertama Gen Z Tangguh Bencana ini mampu menjadi agen perubahan dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Boedi Harjanto menjelaskan pentingnya peran generasi muda dalam pengurangan risiko bencana. Ia memaparkan bahwa bencana terbagi menjadi tiga jenis. Meliputi bencana alam, nonalam, dan sosial. Penanggulangannya harus dilakukan menyeluruh, mulai tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.

Menurutnya, upaya pengurangan risiko bencana dapat dilakukan melalui mitigasi, edukasi, kesiapsiagaan, dan penguatan kapasitas masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu memahami potensi bencana di wilayahnya, mengetahui jalur evakuasi, titik kumpul, hingga nomor penting yang dapat dihubungi saat kondisi darurat.

Ia juga menekankan bahwa generasi muda berperan besar dalam empat fase manajemen bencana. Mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, respons darurat sebagai relawan, hingga pemulihan pascabencana.

“Harapannya, generasi muda dapat menjadi pelopor masyarakat tangguh bencana dan membangun budaya sadar bencana demi masa depan yang lebih aman. Bencana memang tidak dapat dihindari tetapi risikonya bisa dikurangi melalui edukasi, kesiapsiagaan, dan kolaborasi,” ujarnya.

Koordinator Tagana Kabupaten Probolinggo Buntoro Putro Utomo mengingatkan pentingnya menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah antisipasi mandiri. Idealnya berisi makanan siap saji, air minum, perlengkapan P3K, pakaian, dokumen penting, alat perlindungan diri, hingga sumber penerangan darurat.

SIMULASI: BPBD Kota Probolinggo bersama para pelajar melakukan simulasi evakuasi gempa dalam acara Gen Z Tangguh Bencana, Minggu (10/5). (FAHREZA NURAGA/JAWA POS RADAR BROMO)
SIMULASI: BPBD Kota Probolinggo bersama para pelajar melakukan simulasi evakuasi gempa dalam acara Gen Z Tangguh Bencana, Minggu (10/5). (FAHREZA NURAGA/JAWA POS RADAR BROMO)

Para peserta juga mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi. Ketika sirine tanda bahaya dibunyikan, peserta secara sigap berlindung sambil melindungi kepala dari benda berbahaya. Setelah situasi dinyatakan aman, mereka keluar ruangan secara tertib menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

Simulasi ini menjadi penutup kegiatan yang tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga membangun kesadaran bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, semangat kolaborasi dan kepedulian lingkungan diharapkan terus tumbuh di kalangan generasi muda Probolinggo. (gus/adv)

Editor : Fahreza Nuraga
#masa depan #anggota komisi VIII #dpr roo #generasi muda #Dini Rahmania