KRAKSAAN, Radar Bromo- Keterbatasan anggaran pemerintah desa menjadi bahasan penting dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Provinsi Jawa Timur. Para kepala desa diharapkan mampu menciptakan terobosan agar program pembangunan terus berjalan.
Keterangan ini disampaikan Ketua DPC PKDI Kabupaten Probolinggo Sanemo, yang hadir dalam rakor tersebut. Bersama sejumlah kepala desa, ia hadir dalam rakerda yang digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Rakerda dilaksanakan sejak Selasa-Sabtu (5-9/5). Dihadiri oleh perwakilan kepala desa se-Jawa Timur, Ketua DPP PKDI, dan ketua DPD PKDI Jawa Timur. juga semua pengurus PKDI Lombok Barat, ketua PKDI Lombok Barat, dan Perwakilan DPMD Provinsi Jawa Timur. Hadir pula wakil Gubernur NTB dan Bupati Lombok Tengah.
Sanemo mengatakan, kegiatan ini merupakan hal penting dalam mewujudkan sinergi di tubuh PKDI. “Rapat koordinasi ini penting dilaksanakan. Untuk Kabupaten Probolinggo, ada delapan kepala desa,” katanya.
Menurutnya, ada beberapa hal yang dibahas dalam acara tersebut. Di antaranya, membangun desa dengan maksimal. Keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh desa tidak boleh menyurutkan kepala desa untuk tetap memberikan kinerja dan pengabdian pada masyarakat. Serta, mencari terobosan agar program fisik maupun nonfisik di desa tetap berjalan dengan baik. Hal ini semata-mata demi kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, PKDI harus senantiasa menjalin sinergi positif. Koordinasi PKDI di setiap lini harus terjalin dengan baik. Demi terwujudnya pembangunan yang dicita-citakan.
“Ke depan, kepala desa yang bergabung dalam PKDI harus lebih kompak, guyub, dan rukun. Desa, ke depan harus tetap bisa membangun dengan cara mencari terobosan,” ujarnya. (ar/rud)
Editor : Fahreza Nuraga