Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Desa Sariwani di Sukapura Probolinggo karena Sering Dilanda Bencana

Abdul Wahid • Jumat, 8 Mei 2026 | 06:08 WIB
KOKOH: Kepala Desa Sariwani Sukariyo (tengah) berjalan di jalan rabat beton RT 5/RW 3, Dusun Kertowani yang selesai dibangun tahun 2025. Pembangunan infrastruktur hingga kini masih jadi prioritas. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
KOKOH: Kepala Desa Sariwani Sukariyo (tengah) berjalan di jalan rabat beton RT 5/RW 3, Dusun Kertowani yang selesai dibangun tahun 2025. Pembangunan infrastruktur hingga kini masih jadi prioritas. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi prioritas yang direncanakan Pemerintah Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan menjadi sasarannya.

MEMILIKI kondisi geografis yang terletak di dataran tinggi membuat wilayah Desa Sariwani didominasi perbukitan. Kondisi INI membuat infrastruktur dan ketersediaan pelengkap kebutuhan sehari-hari haruslah baik.

Bukan hanya sekedar menciptakan kenyamanan bagi masyarakat. Tetapi juga harus mampu memberikan rasa aman pada warga saat beraktivitas.

Kepala Desa Sariwani Sukariyo mengatakan, infrastruktur menjadi salah satu pembangunan yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan oleh desa. infrastruktur begitu dibutuhkan dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

“Setiap tahunnya kami targetkan ada infrastruktur yang dibangun. Masih banyak ruas jalan desa belum dibangun. Hal ini tentunya berdampak pada aktivitas warga,” katanya.

Tahun ini desa telah merencanakan dua pembangunan prioritas. Meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 100 meter dan lebar 2,5 meter di RT 7/RW 5, Dusun Gedong. Titik pembangunan fisik tersebut telah melalui musyawarah desa.

Pengecekan selanjutnya dilakukan, hasilnya diketahui jika ruas jalan ini memiliki beberapa fungsi.

Diantaranya akses menuju perumahan warga yang dihuni oleh belasan kepala keluarga. Lalu akses menuju areal perkebunan milik warga. Serta akses menuju jalan poros desa.

Saat ini kondisi jalan masih berupa tanah. Sehingga saat kondisi hujan, jalan menjadi berlumpur dan licin untuk dilintasi. Jika tidak berhati-hati maka warga yang melintas dapat terjatuh dan menimbulkan cidera.

“Konstruksi rabat kami pilih karena cocok dan kokoh. Dengan demikian bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama,” ucapnya.

Pembangunan prioritas lainnya adalah membangun TPT sepanjang 7 meter dan tinggi 3 meter di RT 7/RW 5, Dusun Gedong. Bangunan ini memiliki fungsi sebagai penguat bahu jalan yang berbatasan dengan tebing.

Sukariyo menjelaskan wilayah Desa Sariwani memiliki potensi bencana tanah longsor. Bahkan hampir setiap tahunnya ada insiden tanah longsor yang terjadi di desa.

Oleh sebab itu wilayah yang memiliki kerawanan longsor tersebut perlu diperkuat dengan TPT. Khususnya di wilayah yang memiliki volume pengguna jalan yang tinggi.

“TPT juga kami bangun. Titik pembangunannya di ruas jalan yang berpotensi longsor atau amblas karena tergerus air hujan,” tandasnya.

PERKEBUNAN: Seorang warga Desa Sariwani bersiap menanam kentang di kebun miliknya. Ketahanan pangan perkebunan kentang menjadi sasaran Pemerintah Desa Sariwani. : (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
PERKEBUNAN: Seorang warga Desa Sariwani bersiap menanam kentang di kebun miliknya. Ketahanan pangan perkebunan kentang menjadi sasaran Pemerintah Desa Sariwani. : (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Wujudkan Ketahanan Pangan Kentang

BERADA di dataran tinggi rupanya memberikan keuntungan bagi warga yang tinggal di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Tanah Wilayah desa cukup subur, banyak jenis tanaman sayur tumbuh baik dan menghasilkan panen berkualitas. Potensi tersebut rupanya ditangkap oleh pemerintah desa dengan mewujudkan ketahanan pangan kentang.

Kepala Desa Sariwani Sukariyo mengatakan tanaman kentang ini memiliki nilai ekonomis tinggi dan mudah di jual di pasaran. Sebab buah kentang yang sudah dipanen dapat dimasak langsung kemudian dikonsumsi.

Bahkan beberapa orang membuat makanan olahan dengan bahan baku kentang. Sehingga memiliki harga jual yang lebih tinggi.

SINERGI: Bupati Probolinggo Mohammad Haris (bawah tengah) berfoto bersama Kepala Desa Sariwani Sukariyo (bawah tiga dari kanan) serta perangkat desa. (Foto:  Pemdes Sariwani for Jawa Pos Radar Bromo)
SINERGI: Bupati Probolinggo Mohammad Haris (bawah tengah) berfoto bersama Kepala Desa Sariwani Sukariyo (bawah tiga dari kanan) serta perangkat desa. (Foto:  Pemdes Sariwani for Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Di tengah keterbatasan anggaran, kami tetap sisihkan anggaran untuk mewujudkan ketahanan pangan kebun kentang. Usaha ini merupakan lanjutan dari program ketahanan pangan tahun sebelumnya,” ucapnya.

Untuk mensukseskan program ketahanan pangan tersebut, Desa Sariwani menyisihkan anggaran Rp 8 juta.

Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk pengadaan bibit kentang, pupuk, dan biaya operasional lainnya yang dikeluarkan selama pembesaran kentang.

Kentang kemudian ditanam di kebun milik warga. Selama penanaman kondisi kentang harus diperhatikan dengan baik.

Kebersihan tanaman dan pemberian pupuk harus dilakukan dengan rutin. Sehingga hasil panen melimpah.

“Kentang kami tanam karena memang menjadi salah satu tanaman pangan potensi desa. Tahun lalu program ketahanan pangan sudah jalan. Tetapi hasilnya digunakan untuk operasional dan penambahan jumlah bibit yang ditanam. Belum masuk PADes,” jelasnya.

Selain itu pemerintah desa juga telah merencanakan program pembangunan bersifat sosial kemasyarakatan.

Diantaranya membangun 1 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Warga yang menjadi sasaran pembangunan tersebut dinilai berhak mendapatkan bantuan pembangunan rumah. Pemerintah desa kemudian berupaya memberikan bantuan dengan membangun rumah lebih nyaman untuk ditinggali.

Program lainnya yang turut dilakukan adalah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kemiskinan ekstrim pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Namun berbeda dengan tahun sebelumnya jumlah penerimanya lebih sedikit. Jika pada tahun 2025 terdapat 13 KPM, pada tahun 2026 hanya tersisa 10 KPM yang dinilai berhak mendapatkan bantuan ini.

Sukariyo menambahkan pelaksanaan pembangunan RTLH dan penyaluran BLT tersebut perlu dilakukan untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan.

Oleh sebab itulah KPM yang menerima bantuan ini telah dinilai memenuhi syarat. Pemerintah desa juga berharap agar bantuan yang telah diberikan dapat memberikan manfaat bagi warga desa.

“Pembangunan yang bersifat mandatory tentunya tetap dilaksanakan. Tetapi menyesuaikan dengan sisa anggaran yang masih tersedia,” pungkasnya.

Rencana Pembangunan Tahun 2026

·         Merabat beton jalan di RT 7/RW 5, Dusun Gedong;

·         Membangun TPT di RT 7/RW 5, Dusun Gedong;

·         Membangun 1 unit RTLH;

·         Ketahanan pangan pertanian kentang.

 (ar/fun/*)

Editor : Abdul Wahid
#kecamatan sukapura #transparansi desa #desa sariwani