Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Penuhi Kebutuhan Air dan Ketahanan Pangan di Desa Ngadas Sukapura

Inneke Agustin • Rabu, 6 Mei 2026 | 05:23 WIB
MELINTAS: Kepala Desa Ngadas Kastaman melintasi jalan yang rencananya akan dipaving di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
MELINTAS: Kepala Desa Ngadas Kastaman melintasi jalan yang rencananya akan dipaving di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

Air menjadi kebutuhan dasar yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih, khususnya untuk mendukung sektor pertanian yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan.

KEBUTUHAN air rumah tangga bagi sekitar 656 jiwa di Desa Ngadas sejatinya telah tercukupi. Namun ketersediaan air untuk lahan pertanian masih menjadi kendala. Terutama saat musim kemarau.

Untuk mengatasinya, Pemdes Ngadas menginisiasi pengajuan proposal kepada Pemerintah Pusat, guna merealisasikan proyek pipanisasi air bersih.

Proyek ini tidak hanya ditujukan bagi Desa Ngadas tetapi juga diharapkan dapat menjangkau desa-desa lain di Kecamatan Sukapura, yang mengalami persoalan serupa. Seperti Desa Ngadisari, Wonotoro, Jetak, Wonokerto, hingga Ngadirejo.

“Potensi sumber air rencananya akan diambil dari Ranu Kumbolo yang berjarak puluhan kilometer dari desa kami. Ini sangat dibutuhkan, terutama saat musim kemarau, di mana lahan pertanian hanya bisa ditanami bawang prei,” ujar Kepala Desa Ngadas Kastaman.

Sebagai langkah awal, pemerintah desa telah melakukan survei langsung ke lokasi sumber air sebanyak tiga kali dalam kurun waktu sebulan.

Hasilnya, menunjukkan bahwa sumber air tersebut memiliki debit yang mencukupi serta kualitas yang baik untuk dimanfaatkan.

Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan air, Pemdes Ngadas juga mengembangkan program ketahanan pangan melalui penggemukan sapi.

Program ini dipilih dengan mempertimbangkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hewan ternak. Terutama untuk keperluan hajatan seperti pernikahan, khitanan, maupun tradisi nyewu.

“Dengan adanya penggemukan sapi di desa, masyarakat tidak perlu membeli dari luar daerah yang tentu membutuhkan biaya tambahan, khususnya ongkos kirim,” jelasnya.

Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga diharapkan dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD). Sekaligus membuka peluang lapangan kerja bagi warga setempat.

Ke depan, Pemdes Ngadas berencana memperluas program ketahanan pangan dengan mengembangkan peternakan kambing kacang.

Komoditas ini dinilai memiliki permintaan tinggi di masyarakat, terutama untuk kebutuhan hajatan yang rutin digelar setiap bulan.

“Permintaan kambing, khususnya yang jantan, cukup tinggi. Ini menjadi peluang yang ingin kami kembangkan untuk memperkuat ekonomi desa,” tambah Kastaman.

SENANG: Sejumlah warga penerima BLT DD Tahap 1 Salur 1 hingga 3 di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
SENANG: Sejumlah warga penerima BLT DD Tahap 1 Salur 1 hingga 3 di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Tingkatkan Kualitas Hunian dan Akses Warga

PEMERINTAH Desa Ngadas terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah program prioritas disiapkan, mulai dari perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), peningkatan jalan lingkungan, hingga pembangunan tembok penahan tanah (TPT).

Kepala Desa Ngadas Kastaman mengatakan, tahun ini ada dua unit pembangunan RTLH di Dusun Krajan 1. Bantuan ini diberikan kepada warga yang dinilai layak menerima, mengingat kondisi hunian yang sudah memprihatinkan.

“Kondisi rumah penerima saat ini tidak layak huni, bahkan plafonnya hampir jebol. Kami berharap melalui program RTLH ini, kualitas hunian warga bisa meningkat sehingga berdampak pada kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Peningkatan akses jalan permukiman juga menjadi fokus utama. Pemerintah desa merencanakan pavingisasi jalan sepanjang 170 meter dengan lebar 2,7 meter.

Jalan tersebut sebelumnya beraspal, namun kondisinya telah rusak dan tidak lagi optimal untuk menunjang mobilitas warga.

Menurut Kastaman, penggunaan paving dipilih karena dinilai lebih efisien dalam perawatan serta memiliki daya tahan yang baik.

“Jika terjadi kerusakan, paving bisa dibongkar sebagian tanpa harus merusak keseluruhan. Dari sisi kekuatan dan keawetan juga lebih baik,” jelasnya.

Anggaran pavingisasi direncanakan bersumber dari dana bagi hasil pajak yang diterima desa. Sekaligus melanjutkan program peningkatan infrastruktur yang telah berjalan sebelumnya.

BERWARNA: Kepala Desa Ngadas Kastaman di lokasi PAUD Kusuma Tengger yang rencananya akan dicat ulang. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
BERWARNA: Kepala Desa Ngadas Kastaman di lokasi PAUD Kusuma Tengger yang rencananya akan dicat ulang. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Pemerintah Desa Ngadas juga merencanakan pembangunan TPT di tepi jalan desa. Proyek ini akan direalisasikan setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) melalui pemanfaatan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) Dana Desa tahun sebelumnya.

Tak hanya infrastruktur dasar, pemerintah desa juga memberikan perhatian pada sarana pendidikan anak usia dini. Rencananya, gedung PAUD Kusuma Tengger di Dusun Krajan 1 akan dilakukan pengecatan ulang pada bagian dalam gedung guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak.

“Dengan pengecatan ulang yang menampilkan karakter kartun atau anak-anak, kami berharap para peserta didik semakin semangat belajar dan bermain di PAUD,” katanya. (gus/rud/*)

 

 

Editor : Abdul Wahid
#kecamatan sukapura #desa ngadas #transparansi desa