Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Berontak, Limousin 6 Kuintal Masuk Sumur di Sumberasih-Probolinggo, Begini Kondisinya

Inneke Agustin • Jumat, 1 Mei 2026 | 10:48 WIB
EVAKUASI: Tim Damkar Kabupaten Probolinggo dan warga sekitar mengevakuasi sapi limousin yang terperosok ke sumur, di Desa Pohsangit Leres, Kabupaten Probolinggo, Rabu (29/4). (DAMKAR KABUPATEN PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
EVAKUASI: Tim Damkar Kabupaten Probolinggo dan warga sekitar mengevakuasi sapi limousin yang terperosok ke sumur, di Desa Pohsangit Leres, Kabupaten Probolinggo, Rabu (29/4). (DAMKAR KABUPATEN PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)

SUMBERASIH, Radar Bromo- Seekor sapi jantan jenis limousin milik Aprilia Isnaini Putri, 27, warga Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, terperosok ke sumur, Rabu (29/4). Peristiwa ini membuat pemilik panik. Syukur Tim Damkar Kabupaten Probolinggo, berhasil mengevakuasi.

Inspektur Inspeksi Damkar Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto mengatakan, laporan masuk sekitar pukul 12.20. Tim Damkar langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

“Setiba di lokasi, posisi sapi sudah berada di sumur dengan kedalaman kurang lebih tujuh meter,” ujarnya.

Lokasi sumur berada sangat dekat kandang sapi. Berjarak hanya sekitar tiga meter. Insiden bermula saat sapi hendak diganti tali tongarnya. Saat proses berlangsung, tiang bambu di sisi kanan dan kiri sapi tiba-tiba terlepas. Sapi berontak, lepas kendali dan terjatuh ke sumur.

Kesulitan mengevakuasi sendiri, pemilik menghubungi Damkar. Proses evakuasi berlangsung lama. Sekitar tiga jam. Tim Damkar dibantu warga sekitar. Dalam proses penyelamatan, petugas menggunakan peralatan kaki tiga (tripod) dan tali trecker untuk menarik sapi keluar dari sumur. Namun, proses ini tidak berjalan mudah.

“Tantangan terbesar ada pada kondisi sumur yang sempit. Hanya sekitar satu kali satu meter. Ukurannya pas dengan tubuh sapi, sehingga pemasangan tali trecker cukup sulit,” jelas Danang.

Selama proses evakuasi, sapi dengan bobot sekitar enam kuintal itu tetap mendapatkan perhatian. Petugas dan pemilik memberikan makan dan minum untuk menjaga kondisinya tetap stabil. Bahkan, pemiliknya juga membawa kipas angin untuk membantu sirkulasi udara agar sapi tidak semakin stres di dalam sumur.

Setelah upaya yang cukup panjang, pukul 15.36 sapi berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, meski terlihat lemas akibat kelelahan.

“Alhamdulillah sapinya berhasil dikeluarkan dalam keadaan hidup, meskipun kondisinya lemas,” ujar Danang. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#seekor #jantan #sumur #damkar #sapi