Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Semarak Festival Hari Anak Nasional 2026 di Kota Probolinggo, Disdikbud Dorong Kreativitas-Peran Orang Tua Sejak Dini

Inneke Agustin • Kamis, 30 April 2026 | 06:47 WIB
LINCAH: Salah satu penampilan peserta lomba tari kreasi baru tingkat TK dalam Festival Hari Anak Nasional (HAN) di SMP Negeri 3 Kota Problinggo. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
LINCAH: Salah satu penampilan peserta lomba tari kreasi baru tingkat TK dalam Festival Hari Anak Nasional (HAN) di SMP Negeri 3 Kota Probolinggo. (Inneke Agustin/Radar Bromo)

MENYAMBUT Hari Pendidikan Nasional 2026, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo menggelar Festival Hari Anak Nasional (HAN), Rabu (29/4). Kegiatan yang dipusatkan di SMP Negeri 3 Kota Probolinggo ini berlangsung meriah dengan melibatkan ribuan anak usia dini se Kota Probolinggo.

Mengusung tema “Anak Kota Probolinggo Terlindungi, Indonesia Maju”, festival ini diikuti oleh 1.202 peserta yang terdiri dari anak kelompok bermain (KB) dan taman kanak-kanak (TK), para pendidik, serta orang tua.

Kehadiran Bunda PAUD Kota Probolinggo, Bunda PAUD Kecamatan Mayangan, Bunda PAUD Kelurahan Jati, hingga Kepala Disdikbud Kota Probolinggo semakin menambah semarak acara.

Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Siti Romlah menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar satuan PAUD, guru, murid, dan orang tua.

Lebih dari itu, festival ini dirancang untuk mendorong sportivitas, kreativitas, serta inovasi dalam proses pembelajaran anak sejak dini.

LAPORAN: Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Siti Romlah saat menyampaikan laporan acara pada Festival Hari Anak Nasional (HAN) di SMP Negeri 3 Kota Problinggo, Rabu (29/4). (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
LAPORAN: Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Siti Romlah saat menyampaikan laporan acara pada Festival Hari Anak Nasional (HAN) di SMP Negeri 3 Kota Probolinggo, Rabu (29/4). (Inneke Agustin/Radar Bromo)

PEMBUKAAN: Bunda PAUD Kota Probolinggo, dr. Evariani saat memberikan sambutan dan membuka kegiatan Festival Hari Anak Nasional (HAN) di SMP Negeri 3 Kota Problinggo. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
PEMBUKAAN: Bunda PAUD Kota Probolinggo, dr. Evariani saat memberikan sambutan dan membuka kegiatan Festival Hari Anak Nasional (HAN) di SMP Negeri 3 Kota Probolinggo. (Inneke Agustin/Radar Bromo)

“Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kompetensi dan wawasan guru maupun peserta didik. Tidak kalah penting, keterlibatan aktif orang tua dalam pendidikan anak serta penguatan bonding emosional juga menjadi fokus utama,” terang Romlah.

Ia merinci, dari total peserta, sebanyak 230 anak berasal dari kelompok bermain dan 862 anak dari taman kanak-kanak. Selain itu, turut serta 30 pendidik kelompok bermain dan 80 orang tua peserta didik.

Festival HAN 2026 menghadirkan 10 jenis lomba yang terbagi dalam dua kategori. Untuk tingkat TK, lomba yang digelar meliputi tari kreasi baru, finger painting, menyanyi tunggal, percakapan dua anak, lari estafet, mengurutkan angka, hingga menendang bola ke gawang.

Sementara untuk kelompok bermain, lomba yang dihadirkan antara lain digendong ayah, membaca dongeng oleh ibu, serta microteaching.

Bunda PAUD Kota Probolinggo, dr. Evariani menilai bahwa kegiatan seperti ini menjadi langkah strategis dalam menggali potensi anak sejak masa pertumbuhan. Menurutnya, pola asuh tidak hanya berfokus pada aspek kasih sayang dan perlindungan, tetapi juga harus mampu mengarahkan anak menuju masa depan yang lebih baik.

“Ini menjadi cara kita menggali potensi anak sejak dini. Orang tua tidak hanya menjaga, tetapi juga mulai mengarahkan bakat dan minat anak,” ujarnya.

Evariani juga menekankan pentingnya mengantisipasi empat tantangan utama dalam pembangunan manusia, yakni persoalan fisik seperti stunting, dampak digitalisasi, ketahanan mental, serta pola pendidikan. Ia mendorong agar setiap anak memiliki mimpi yang jelas sejak kecil.

KOMPAK: Bunda PAUD Kota Probolinggo, dr. Evariani dan Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Siti Romlah foto bersama para peserta dalam kegiatan Festival Hari Anak Nasional (HAN) di SMP Negeri 3 Kota Probolinggo. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
KOMPAK: Bunda PAUD Kota Probolinggo, dr. Evariani dan Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Siti Romlah foto bersama para peserta dalam kegiatan Festival Hari Anak Nasional (HAN) di SMP Negeri 3 Kota Probolinggo. (Inneke Agustin/Radar Bromo)

“Konsepnya satu anak satu mimpi. Sejak dini, anak harus mulai dikenalkan pada potensinya agar dapat berkembang secara optimal,” imbuhnya.

Menurutnya, lomba merupakan stimulus untuk menumbuhkan kecakapan, keberanian, kemandirian, kreativitas, dan inovasi anak. Ke depan, ia berharap seluruh perangkat daerah memiliki arah kebijakan yang selaras dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.

“Ketika anak sudah diarahkan dengan baik, maka kita optimistis mereka akan mencapai tujuan hidupnya. Di situlah peran kita dalam menyiapkan masa depan generasi,” tegasnya.

Evariani berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Probolinggo, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap pembangunan daerah.

Antusiasme peserta dan orang tua pun terlihat sepanjang kegiatan. Alif, 25, warga Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok yang berhasil meraih juara pertama lomba digendong ayah.

Ia mengaku bangga dan senang dapat terlibat. “Persiapannya sekitar satu minggu. Lomba ini sangat menyenangkan, sekaligus mempererat kedekatan antara orang tua dan anak,” ungkapnya.

SERU: Salah satu penampilan peserta lomba percakapan dua anak tingkat TK dalam Festival Hari Anak Nasional (HAN) di SMP Negeri 3 Kota Problinggo. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
SERU: Salah satu penampilan peserta lomba percakapan dua anak tingkat TK dalam Festival Hari Anak Nasional (HAN) di SMP Negeri 3 Kota Probolinggo. (Inneke Agustin/Radar Bromo)

KREATIF: Salah satu peserta lomba finger painting tingkat TK dalam Festival Hari Anak Nasional (HAN) di SMP Negeri 3 Kota Problinggo. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
KREATIF: Salah satu peserta lomba finger painting tingkat TK dalam Festival Hari Anak Nasional (HAN) di SMP Negeri 3 Kota Probolinggo. (Inneke Agustin/Radar Bromo)

PARA PEMENANG: Penyerahan hadiah lomba digendong ayah tingkat KB dalam Festival Hari Anak Nasional (HAN) di SMP Negeri 3 Kota Problinggo. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
PARA PEMENANG: Penyerahan hadiah lomba digendong ayah tingkat KB dalam Festival Hari Anak Nasional (HAN) di SMP Negeri 3 Kota Probolinggo. (Inneke Agustin/Radar Bromo)

Hal serupa dirasakan Sumarni Ningsih, guru sekaligus pelatih tari dari TK Pusporini. Ia mengaku bangga atas capaian anak didiknya yang berhasil meraih juara pertama melalui penampilan tari payung. “Latihan dilakukan beberapa jam setiap hari meski tidak sampai sebulan. Alhamdulillah hasilnya maksimal,” tuturnya.

Festival HAN 2026 pun menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dalam menghadirkan ruang tumbuh yang sehat, kreatif, dan kolaboratif bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. (gus/*)

 

DAFTAR PEMENANG LOMBA

LOMBA MENENDANG BOLA KE GAWANG JENJANG TK

 

LOMBA TARI KREASI BARU JENJANG TK

 

LOMBA PERCAKAPAN 2 ANAK JENJANG TK

 

LOMBA MENYANYI TUNGGAL JENJANG TK

 

LOMBA LARI ESTAFET JENJANG TK

 

LOMBA FINGER PAINTING JENJANG TK

 

LOMBA MENGURUTKAN ANGKA JENJANG TK

 

LOMBA MICROTEACHING JENJANG KB

 

LOMBA MEMBACA DONGENG OLEH IBU JENJANG KB

 

LOMBA DIGENDONG AYAH JENJANG KB

Editor : Abdul Wahid
#disdikbud #hari anak nasional #festival #hari pendidikan