DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo terus berusaha meningkatkan fungsi museum sebagai sarana edukasi dan rekreasi. Kali ini Disdikbud menggelar “Museum Smart Competition Tahun 2026” di Museum Probolinggo. Kegiatan ini akan digelar selama tiga hari mulai Selasa-Kamis (28-30/4).
Bukan sekadar digelar di museum, berbagai lomba yang digelar untuk semua jenjang pendidikan ini tak jauh dari keberadaan dua museum milik Pemkot Probolinggo berikut koleksi-koleksinya. Pada hari pertama, ada lomba mewarnai koleksi museum untuk jenjang TK/sederajat se-Kota Probolinggo.
Sejumlah 213 peserta tampak antusias. Mereka memenuhi teras museum. Wajah semringah terpancar saat seluruh peserta mendapatkan satu paket alat mewarnai menjelang lomba dimulai.
Pada hari kedua, ada lomba menggambar koleksi museum untuk tingkat SD/sederajat. Tercatat ada 77 peserta. Pada hari ketiga, akan digelar lomba bercerita museum untuk tingkat SMP/sederajat yang akan diikuti 27 peserta.
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd. mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai rangkaian momentum menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026.
“Kami ingin mengajak partisipasi semesta untuk bisa bersama mewujudkan mutu pendidikan. Salah satunya dengan menanamkan karakter. Menanamkan karakter ini tentu tak lepas dari identitas dan budaya,” ujarnya usai membuka Museum Smart Competititon Tahun 2026.
Doktor Romlah mengatakan, melestarikan budaya dari kekayaan dua aset tak ternilai yang dimiliki Kota Probolinggo yakni Museum Probolinggo dan Museum Dokter Mohamad Saleh, kemudian diintergrasikan dengan kreativitas, literasi, dan apresiasi, ini diharapkan akan terbangun anak-anak yang berkarakter.
“Kegiatan seperti inilah yang bisa melatih anak-anak untuk tampil berani, sportif, percaya diri, dan memiliki daya saing,” ujarnya didampingi Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Probolinggo Sardi, S.H.
Museum dipilih sebagai venue acara bukan tanpa alasan. Menurut Dr Romlah, tempat ini sengaja dipilih untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap museum. Menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap nilai budaya Kota Probolinggo.
“Apalagi, kemajuan teknologi semakin menggerus identitas budaya bangsa. Inilah alasan mengapa kami menyasar pendidikan sejak dini,” ungkapnya.
Dalam Museum Smart Competition Tahun 2026 digelar dari hasil pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik Pemerintah Pusat. Selain mendapatkan piagam, semua pemenang lomba juga mendapatkan piala dan uang pembinaan. Juara I mendapatkan Rp 1 juta, Juara II Rp 750 ribu, dan Juara III Rp 500 ribu. Sementara, untuk juara harapan I, II, dan III masing-masing mendapatkan Rp 250 ribu. (adv/el)
Editor : Fahreza Nuraga