Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rangka Dua Sisi Jembatan Bailey di Jembatan Duren Lumbang Probolinggo yang Ambrol Kini Sudah Terhubung

Inneke Agustin • Senin, 27 April 2026 | 01:45 WIB

 TERHUBUNG: Pekerja dari Dinas PUPR Perkim Kabupaten Probolinggo di lokasi perakitan Jembatan bailey di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Minggu (26/4) siang. (inneke Agustin/ Radar Bromo)

TERHUBUNG: Pekerja dari Dinas PUPR Perkim Kabupaten Probolinggo di lokasi perakitan Jembatan bailey di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Minggu (26/4) siang. (inneke Agustin/ Radar Bromo)

 

LUMBANG, Radar Bromo – Proses perakitan jembatan bailey di lokasi longsornya Jembatan Duren, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, terus dikebut.

Hingga Minggu (26/4) siang, rangka atau petak jembatan berhasil terhubung dari sisi barat hingga timur.

Komandan Kompi (Danki) Zipur 5/ABW Malang Kapten Czi Ronny Malianto menyampaikan, progres pembangunan jembatan darurat tersebut kini telah mencapai sekitar 80 persen.

Tahapan yang tersisa adalah pemasangan lantai jembatan serta penyempurnaan akses jalan menuju jembatan.

“Untuk rangka utama sudah tersambung. Tinggal pemasangan lantai jembatan. Setelah itu, kami lanjutkan dengan pembuatan rambatan atau akses jalan menuju jembatan,” jelasnya.

Pengerjaan dilakukan tanpa mengenal hari libur. Meski bertepatan dengan akhir pekan, puluhan personel gabungan tetap bekerja di lapangan demi mempercepat penyelesaian jembatan yang menjadi akses vital warga sekitar.

Baca Juga: Pemasangan Jembatan Bailey di Lokasi Jembatan Sumber Duren Lumbang Probolinggo yang Ambruk Dikebut, Sudah Dipasang 700 Sandbag

Tercatat sekitar 40 personel diterjunkan. Terdiri atas Kodim 0820 Probolinggo, Yon Zipur 5/ABW Malang, Yonif TP 836/BY, Koramil 0820/09 Lumbang, Dinas PUPR Perkim Kabupaten Probolinggo, serta dibantu warga setempat.

“Kami bekerja setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00. Sekitar pukul 12.00, istirahat sebentar, kemudian dilanjutkan kembali sampai sore,” ujar Ronny.

Dalam proses perakitan, rangka jembatan disusun per petak dan didorong secara bertahap dari sisi timur menuju barat. Setiap harinya, tim mampu menyelesaikan sekitar dua hingga tiga petak jembatan.

“Setelah petak selesai, langsung kami dorong ke arah barat. Tantangannya, posisi landasan dorong dari ekskavator tidak sepenuhnya simetris dengan jalur jembatan. Sehingga proses pendorongan harus dilakukan perlahan dan sangat hati-hati,” terangnya.

Untuk menjaga kestabilan rangka saat proses penyambungan berlangsung, tim juga menerapkan sistem beban penyeimbang (counter weight) di sisi timur.

Hal ini dilakukan saat rangka jembatan sudah cukup panjang, namun belum sepenuhnya menjangkau sisi barat.

“Kami beri beban kontra di sisi timur agar rangka tidak melendut ke bawah. Setelah ujung jembatan mencapai sisi barat, beban tersebut kami turunkan kembali supaya proses pendorongan bisa dilanjutkan,” imbuhnya.

Kini, rangka utama pun tersambung. Melintang di atas rongga longsoran yang memutus badan jembatan lama.

Proses penyelesaian jembatan bailey diprediksi dapat  rampung pada pekan depan. Harapannya, akses masyarakat yang sempat terputus akibat longsor bisa kembali normal dalam waktu dekat. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#ambrol #lumbang #jembatan bailey #probolinggo