LECES, Radar Bromo– Upaya mendahului kendaraan di jalur padat kembali memakan korban. Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Leces, Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.
Minggu (26/4) pagi. Insiden yang melibatkan dua kendaraan dan menyebabkan satu orang meninggal.
Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan yaitu pikap Traga Nopol BL 8434 NG. Pikap dikemudikan Ahmad Zam Zaini, 26, warga Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.
Pikap bertabrakan dengan motor Yamaha R15 Nopol N 3922 YBB yang dikendarai Moch Rizal Evendi, 20.
Saat itu, Rizal berboncengan dengan Andika, 18, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama menjelaskan, kecelakaan bermula saat pikap melaju dari arah selatan ke utara.
Diduga, saat itu sopir berusaha mendahului kendaraan lain di depannya. Sopir pun menyalip lewat lajur kanan.
“Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan atau dari arah utara ke selatan, melaju sepeda motor yang dikendarai korban,” ujarnya.
Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan keras pun terjadi antara dua kendaraan.
Akibatnya, dua pengendara motor mengalami luka berat setelah mereka terpental dari kendaraan.
Keduanya langsung dilarikan ke RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun nahas, kondisi fisik Andika yang dibonceng terus menurun. Hingga akhirnya, nyawanya tidak tertolong. Dia meninggal beberapa saat setelah mendapat perawatan medis.
Petugas Kamar Jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Sofyan mengungkapkan, korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh. Di antaranya, patah tulang dada.
“Korban mengalami luka di dahi kanan, rahang patah, luka lecet di dagu, tulang dada patah, luka robek di lengan kanan, tulang paha kiri patah, serta tulang bahu kiri patah,” jelasnya.
Sementara itu, Moch Rizal Evendi masih menjalani perawatan intensif di IGD RSUD dr. Mohamad Saleh. Kasus kecelakaan ini kini ditangani Satlantas Polres Probolinggo untuk proses lebih lanjut. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi