DI tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Racek, Kecamatan Tiris, memilih langkah taktis. Ketahanan pangan dijadikan prioritas utama melalui pembangunan infrastruktur irigasi dan penataan akses dasar warga. Keputusan itu diambil dalam musyawarah desa (musdes) penetapan program strategis tahun 2026.
Salah satu yang menjadi fokus adalah pembangunan saluran irigasi sepanjang 140 meter di Dusun Racek Timur.
Saluran tersebut berperan penting untuk mengairi sekitar 20 hektare lahan pertanian yang ditanami padi dan jagung. Keberadaannya dinilai krusial, terutama saat musim kemarau tiba.
Bendahara Desa Racek, Supardi menjelaskan bahwa penurunan debit air selama musim kemarau kerap berdampak langsung pada hasil panen petani.
“Kalau air berkurang, sawah tidak terairi maksimal. Ini tentu berpengaruh pada produktivitas hasil panen,” katanya.
Selain sektor pertanian, pembangunan infrastruktur dasar juga terus digenjot. Pada 2025, desa telah merampungkan rabat beton sepanjang 213 meter di Dusun Pondok Klakah RT 01 RW 01.
"Jalan yang sebelumnya sulit dilalui itu kini menjadi akses vital warga. Aktivitas ekonomi, transportasi, hingga mobilitas pelajar berjalan lebih lancar," beber Supardi.
Perbaikan lingkungan juga dilakukan melalui pembangunan drainase sepanjang 80 meter di Dusun Krajan RT 19 RW 05. Saluran ini menjadi solusi atas genangan air yang kerap terjadi saat musim hujan.
"Dengan langkah terukur, kami berupaya menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur, sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat," Pungkasnya.

Alokasikan Dana untuk Posyandu-Warga Miskin Ekstrem
Desa Racek tak hanya fokus pada pembangunan fisik. Pemerintah Desa Racekjuga memperkuat jaring pengaman sosial. program berkelanjutan disiapkan untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah Desa Racek menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp 90 juta untuk kegiatan Posyandu pada 2026. Program ini menyasar 350 balita dan ibu hamil, serta 150 warga lanjut usia.
"Kegiatan tersebut juga diiringi dengan pemberian makanan tambahan (PMT) guna mendukung pemenuhan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan," kata Bendahara Desa Racek, Supardi.
Di sisi lain, perhatian terhadap kondisi hunian warga diwujudkan melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak satu unit. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.
Sementara itu, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) dialokasikan kepada tiga Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penetapan dilakukan secara selektif berdasarkan hasil verifikasi, dengan prioritas pada warga kategori kemiskinan ekstrem.
"Program ini menjadi bentuk intervensi langsung pemerintah desa dalam membantu warga yang paling membutuhkan. Upaya tersebut tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi juga bagian dari strategi meningkatkan taraf ekonomi penerima manfaat," jelas Supardi. (dik/fun/*)
Rencana Pembangunan Tahun 2026
· Pembangunan saluran irigasi sepanjang 140 meter di Dusun Racek Timur
· Posyandu 90 juta untuk 350 balita, ibu hamil, 150 lansia dan pemberian makanan tambahan
· Rehab RTLH 1 unit
· BLT DD 3 KPM hasil dari saringan penerima manfaat kategori kemiskinan ekstrem
Editor : Abdul Wahid