Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Evakuasi Kecelakaan Maut Truk Trailer di Sekitar Perlintasan Malasan Wetan Butuh Waktu 6 Jam, Jenazah Ibu-Anak Berpelukan

Inneke Agustin • Minggu, 19 April 2026 | 18:39 WIB
BUTUH WAKTU: Proses evakuasi keempat korban dalam sedan Toyota Limo Vios bernopol AG 1644 EG akibat laka beruntun di Jalan Raya Lumajang, masuk Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Minggu (19/4) dini hari.
BUTUH WAKTU: Proses evakuasi keempat korban dalam sedan Toyota Limo Vios bernopol AG 1644 EG akibat laka beruntun di Jalan Raya Lumajang, masuk Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Minggu (19/4) dini hari.

 

TEGALSIWALAN, Radar Bromo-Begitu kecelakaan terjadi di Jalan Raya Lumajang, warga setempat kompak mengevakuasi korban. Evakuasi berlangsung cukup lama, total sampai enam jam.

Yang paling lama yaitu proses evakuasi empat korban meninggal. Evakuasi sulit dilakukan karena keempat korban terjepit di dalam sedan Toyota Limo Vios Nopol AG 1644 EG.

Sejak kecelakaan terjadi pada Sabtu (18/4) pukul 23.30, keempat korban meninggal baru dapat dikeluarkan dari dalam mobil pada Minggu (19/4) pukul 01.00.

“Lama karena mereka semua terjepit bodi kendaraan,” terang Juharno, 67, warga Desa Malasan Wetan, Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo yang membantu proses evakuasi.

Awalnya, evakuasi dilakukan secara manual oleh puluhan warga. Pertama, warga mengevakuasi tubuh Sutrisno dari kursi kemudi.

Ini karena tubuhnya dinilai lebih mudah dievakuasi ketimbang tiga korban lain.

Setelah itu, baru proses evakuasi pada tiga korban yang lain dilakukan.

Baca Juga: Rem Ngeblong, Truk Trailer Tabrak 5 Kendaraan yang Berhenti di Perlintasan Malasan Wetan Probolinggo, 4 Sekeluarga Tewas

Untuk mengeluarkan tiga korban ini, rangka mobil ditarik menggunakan sling oleh mobil derek. Tujuannya, agar evakuasi lebih mudah sebab pintu mobil tidak bisa dibuka.

Begitu rangka mobil terlepas, tubuh T. Sri Budiyatni, 60, lebih dulu dikeluarkan. Saat kecelakaan, Sri duduk di depan, di samping suaminya.

Terakhir, warga mengeluarkan tubuh Devica Friskiara, 29 dan anaknya, Giovano Malik Ibrahim, 3, yang duduk di kursi tengah.

Yang membuat terenyuh, tubuh Devica ditemukan meninggal dalam kondisi memeluk anaknya, Giovano. Keduanya pun dievakuasi dalam satu kantung jenazah.

Setelah semua korban dievakuasi, baru selanjutkan tiga kendaraan yang ringsek juga dievakuasi. Yaitu, sedan Toyota Limo Vios Nopol AG 1644 EG, pikap Daihatsu Granmax Nopol P 8361 GL, dan trailer Nisan Nopol B 9625 UEJ.

Petugas derek, Abdul Rohim menyebutkan, proses evakuasi kendaraan memakan waktu hampir lima jam. Ketiganya sulit ditarik karena ban kendaraan dalam posisi terkunci.

 “Ketiga kendaraan kami derek menggunakan tiga derek. Jadi satu derek membawa satu kendaraan. Berangkat dari lokasi sekitar pukul 06.00. Seluruhnya dibawa ke Pos Gakkum Gending,” katanya.

Sebelum evakuasi kendaraan, Rohim turut membantu evakuasi keempat jenazah di dalam sedan Toyota Limo Vios. Saat itu, derek menarik rangka mobil.

“Karena kondisinya ringsek parah, para korban terjepit di dalamnya. Jadi kami sling untuk ditarik agar bodi mobil sedikit terbuka. Ditambah dibantu warga juga untuk evakuasinya,” terangnya.

Diketahui, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Lumajang, masuk Desa Malasan Wetan, Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (18/4) malam.

Sebuah truk trailer menabrak lima kendaraan sekaligus. Akibatnya sungguh menyayat. Empat orang sekeluarga tewas seketika.

Empa korban meninggal seluruhnya warga Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Saat kecelakaan terjadi, mereka sekeluarga naik mobil sedan Toyota Limo Vios Nopol AG 1644 EG. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#toyota vios #Malasan Wetan #probolingga #Sekeluarga #kecelakaan maut