Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Pesawahan di Tiris Probolinggo Tambah Populasi Ternak Kambing dan Domba

Achmad Arianto • Kamis, 16 April 2026 | 06:49 WIB
GEMUK: Kepala Desa Pesawahan Sofyan memberi pakan domba jenis merino yang diternakkan dalam kandang di RT 8/RW 2, Dusun Bangsal. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
GEMUK: Kepala Desa Pesawahan Sofyan memberi pakan domba jenis merino yang diternakkan dalam kandang di RT 8/RW 2, Dusun Bangsal. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

PEMERINTAH Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris berupaya menambah pendapatan asli desa (PADes). Melalui unit usaha yang berada di bawah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rejo Agung, Desa Pesawahan bertahap terus dikembangkan.

Berada di wilayah dataran tinggi menjadi keuntungan sendiri bagi Desa Pesawahan. Banyak sumber pakan ternak yang tumbuh subur. Ini yang dilirik Pemerintah Desa Pesawahan untuk mengembangkan unit usaha ternak kambing dan domba serta penggemukan sapi yang saat ini sudah berjalan.

Kepala Desa Pesawahan Sofyan mengatakan bahwa evaluasi terhadap unit usaha tersebut dilakukan secara bertahap. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala dan hambatan selama menjalankan usaha ternak kambing dan domba serta penggemukan sapi. Supaya usaha lebih berkembang dan menyumbang PADes.

“Evaluasi kami lakukan. Ternak kambing dan domba ini lebih menjanjikan. Tahun ini rencana populasinya akan kami tambah,” katanya.

Kambing dan domba diternakkan dalam sebuah kandang komunal di RT 8/RW 2, Dusun Bangsal. Jenis kambing yang diternakkan adalah kaligesing yang punya beberapa keunggulan.

Mulai dari mudah dalam segi pemeliharaannya serta mudah beradaptasi. Tak heran jika jenis kambing ini mudah ditemui serta mudah untuk dijual.

Sementara untuk domba yang diternakkan adalah jenis merino. Memiliki tubuh lebih besar dibandingkan dengan domba lokal dan dari segi harga, domba jenis ini lebih mahal. Jika diternak bisa mendapatkan keuntungan.

“Ada anggaran Rp 70 juta yang sebagian nanti akan digunakan untuk menambah populasi. Tetapi masih menunggu kondisi pasar nanti seperti apa. Dengan anggaran yang terbatas jangan sampai mendapatkan rugi,” bebernya.

Di sisi lain penggemukan sapi peranakan limousin yang saat ini sedang dikelola BUMDes masih terus dievaluasi. Pasalnya ancaman penyakit menular pada ternak masih mengintai.

 LARIS: Kepala Desa Pesawahan Sofyan menata barang dagangan yang ditempatkan di toko di RT 8/RW 2, Dusun Bangsal. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
 LARIS: Kepala Desa Pesawahan Sofyan menata barang dagangan yang ditempatkan di toko di RT 8/RW 2, Dusun Bangsal. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Karena itulah pemerintah desa memutuskan untuk fokus pada penggemukan populasi yang saat ini sudah ada.

Namun jika keuntungan yang diperoleh dari penggemukan tidak terlalu signifikan, maka hasil penjualan sapi nantinya akan di oper digunakan sebagai modal untuk ternak kambing dan domba.

“Penggemukan sapi ini berat di biaya pakan dan operasional. Nanti akan kami evaluasi apakah keuntungannya menjanjikan atau hanya balik modal,” tandasnya.  

MUSYAWARAH: Kepala Desa Pesawahan Sofyan (tengah) melaksanakan musyawarah desa di balai Desa Pesawahan. (Foto: (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
MUSYAWARAH: Kepala Desa Pesawahan Sofyan (tengah) melaksanakan musyawarah desa di balai Desa Pesawahan. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Sisihkan Anggaran, Perkuat Permodalan Usaha Sembako

BUMDes Rejo Agung Desa Pesawahan juga cukup jeli menangkap potensi usaha untuk menambah PADes. Pemerintah desa telah menyisihkan anggaran untuk memperkokoh permodalan unit usaha toko sembako, yang saat ini terus menunjukkan perkembangan positif.

Kepala Desa Pesawahan Sofyan mengatakan, usaha sembako tersebut didirikan setelah mempertimbangkan beberapa hal. Mulai dari masih terbatasnya toko sembako yang berada di Desa Pesawahan. Lalu barang dagangan yang ada mudah laku sehingga tidak perlu melakukan penyetokan barang dagangan dalam jangka waktu yang lama.

“Perputaran modal usaha sembako ini begitu cepat karena memang banyak permintaan. Usaha ini memiliki prospek bagus sehingga akan kami kembangkan,” ucapnya.

Menggunakan modal yang bersumber satu pos anggaran yang dimiliki BUMDes. Stok barang dagangan yang ditempatkan di toko di RT 8/RW 2, Dusun Bangsal akan ditambah. Saat ini toko tersebut menyediakan beberapa barang dagangan sembako.

Mulai dari beras, minyak, gula, dan barang kebutuhan konsumsi rumah tangga lainnya. Hingga menyediakan beberapa makanan ringan sebagai pelengkap dagangan di toko.

“Nantinya pengelola tidak hanya menunggu konsumen. Jadi saat ada konsumen yang membutuhkan barang dengan pembelian jumlah banyak bisa diantar,” terangnya.

Sofyan menuturkan bahwa sebelumnya toko tersebut hanya fokus menjual makanan ringan. Dengan bahan baku yang diperoleh mayoritas dari kader PKK dan warga sekitar. Kemudian dikemas sehingga lebih menarik. Lalu dijual ke toko sekitar Kecamatan Tiris dan toko oleh-oleh dekat jalur pantura.

Namun usaha tersebut belum mampu mendongkrak keuntungan usaha. Sehingga pengelola melakukan evaluasi. Hasilnya usaha tersebut tetap dijalankan namun terdapat pengurangan stok barang dagangan. Modal yang sebelumnya digunakan untuk makanan ringan kini dialihkan menjadi modal sembako.

“Sembako dipilih karena resiko barang dagangan tidak laku cukup rendah. Sehingga keuntungan dari usaha juga diperoleh meskipun tidak terlalu banyak,” pungkasnya. (ar/fun/*)

Rencana Pembangunan Tahun 2026

      Ketahanan pangan ternak kambing dan penggemukan sapi;

      Pengembangan unit usaha sembako;

      Membangun 1 unit RTLH.

Editor : Abdul Wahid
#desa pesawahan #transpanrasi desa