Peningkatan kualitas infrastruktur dan pengembangan BUMDes, diusahakan berjalan beriringan. Namun dengan keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Pedagangan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, harus memilih yang paling prioritas. Kini, pemerintah desa fokus membangun jalan permukiman.
INFRASTRUKTUR menjadi salah satu fokus pembangunan Pemerintah Desa Pedagangan. Alasannya, masih banyak infrastruktur yang belum tersentuh. Ada juga yang sudah rusak karena termakan cuaca dan waktu. Karena itu, perlu dilakukan pemeliharaan.
Kepala Desa Pedagangan Ahmad mengatakan, ada belasan jalan desa kini butuh perhatian. Kondisinya belum aman dilintasi, sehingga sering dikeluhkan masyarakat.
“Jalan masih jadi sasaran pembangunan desa. Banyak yang mengeluh karena kondisi jalan masih belum nyaman,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah desa telah memetakan belasan ruas jalan desa yang kondisinya belum baik.
Dari data yang diperoleh, kemudian perangkat desa membaginya berdasarkan kondisi jalan, banyaknya pengguna, dan fungsi jalan. Data ini kemudian menjadi dasar rencana pembangunan jalan desa.
Ahmad mengatakan, anggaran desa tahun ini terbatas. Hanya mampu membangun tiga jalan. Anggaran itu akan digunakan untuk mempaving tiga jalan.
Masing-masing sepanjang 68 meter di RT 22/RW 4 Dusun Krajan 1, sepanjang 100 meter di RT 14/RW 3 Dusun Kalongan, dan sepanjang 300 meter di RT 2/RW 1 Dusun Nampu.
“Paving dipilih setelah mempertimbangkan beberapa hal. Ruas jalan yang saat ini menjadi target pembangunan memiliki banyak fungsi. Mulai dari akses menuju pemukiman, lahan, dan fasilitas pendidikan,” terangnya.
Tahun kemarin, Pemerintah Desa Pedagangan juga merealisasikan pembangunan jalan desa. Salah satunya pavingisasi jalan di RT 23/RW 4 Dusun Krajan 2. “Data jalan rusak yang sudah kami himpun nantinya akan menjadi acuan pembangunan. Namun realisasinya dilakukan bertahap menyesuaikan anggaran,” ujarnya.
Tambah Anggaran, Lanjutkan Usaha Ternak Kambing
PEMERINTAH Desa Pedagangan berusaha menopang perekonomian desanya melalui program ketahanan pangan. Salah satunya yang kini dikembangkan adalah unit usaha peternakan kambing. Di samping itu, pemerintah tak melupakan warganya yang masih butuh bantuan.
Kepala Desa Pedagangan Ahmad mengatakan, pemerintah desa begitu serius merealisasikan program ketahanan pangan. Untuk menyukseskannya, tahun ini dialokasikan anggaran Rp 30 juta. Duit ini dialokasikan untuk membeli kambing dan biaya operasional.
“Ketahanan pangan yang rencananya akan direalisasikan merupakan lanjutan dari ketahanan pangan tahun sebelumnya. Tapi tahun ini anggarannya sangat terbatas,” katanya.
Ketahanan pangan ini dipilih karena lingkungan sangat mendukung. Ketersediaan pakan berupa ijonan melimpah. Dengan demikian, kambing tidak akan kesulitan pakan sampai beranak pinak.
Warga yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH) juga diperhatikan. Tahun ini, ada satu rumah warga yang akan diperbaiki. Lokasinya di Dusun Nampu.
Program sosial lainnya berupa penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kemiskinan. Namun penerimanya lebih sedikit dibanding tahun kemarin. Pada 2025, ada 25 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), tahun ini hanya 7 KPM.
Ahmad mengatakan, pembangunan RTLH dan penyaluran BLT dilakukan untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan. Para KPM dipastikan memenuhi syarat.
“Hanya warga yang memenuhi syarat mendapatkan RTLH dan BLT. Kami harap bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” katanya.
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Mempaving jalan di RT 22/RW 4 Dusun Krajan 1; di RT 14/RW 3 Dusun Kalongan; dan di RT 2/RW 1 Dusun Nampu.
· Merealisasikan program ketahanan pangan peternak kambing.
· Membangun 1 unit RTLH di Dusun Nampu.
(ar/rud/*)
Editor : Abdul Wahid