Pembangunan berkelanjutan dilakukan jajaran Pemerintah Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris. Beberapa hal yang menjadi sasaran pembangunan namun ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur tetap menjadi sasaran pembangunan desa.
KETAHANAN pangan menjadi salah satu sasaran pembangunan Pemerintah Desa Tegalwatu. Agar mendapatkan hasil yang maksimal pengelola perlu melakukan perencanaan secara rinci. Tidak hanya anggaran yang akan digunakan, tetapi juga jenis SDM pengelola dan lokasi kandangnya.
Setelah mempertimbangkan kondisi geografis desa yang merupakan wilayah pegunungan, potensi alam dan Sumber Daya Manusia (SDM), desa berencana merealisasikan ketahanan pangan penggemukan sapi.
“Ketahanan pangan sudah kami pikirkan. Melalui BUMDes ketahanan pangan penggemukan sapi masuk rencana yang bakal kami rintis,” kata Bendahara Desa Tegalwatu Zuhrianto.
Pemerintah desa telah menganggarkan Rp 70 juta. Anggaran yang sudah tersedia tersebut rencananya akan digunakan pembelian sapi, dan juga digunakan untuk biaya operasional lainnya hingga siap dijual.
Sapi tersebut nantinya akan ditaruh pada kandang milik warga untuk dipelihara dengan sistem bagi hasil sampai mencapai bobot yang telah ditentukan.
Saat proses penggemukan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama pakan untuk sapi harus tersedia dengan baik dengan jadwal pemberian pakan 2 kali sehari yakni pagi dan sore hari.
Kemudian diberikan minum yang cukup agar sapi tidak dehidrasi. Selain itu higiene sanitasi tubuh sapi dan kandang juga perlu diperhatikan. Pasalnya hal ini akan mempengaruhi kondisi kesehatan ternak.
Pengecekan kondisi sapi juga akan dilakukan secara rutin. Hal ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan dan berat badan sapi lebih terkontrol. Harapannya penggemukan sapi dapat menghasilkan PADes yang maksimal.
“Penggemukan sapi ini sudah kami pikirkan. Unit usaha dibawah pengelolaan BUMDes kami proyeksikan bisa memberikan PADes,” tuturnya.
Tahun sebelumnya pemerintah desa telah merealisasikan ketahanan pangan berupa peternakan kambing kaligesing. Kambing tersebut ditempatkan dalam kandang komunal di RT 3/RW 2, Dusun Togur. Kini kambing tersebut masih dalam proses pembesaran.
Peternakan kambing jenis kaligesing ini dipilih karena dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. Sebab kondisi geografis, ketersediaan pakan, dan SDM pengelola juga sudah mumpuni.
Tidak hanya itu, saat kambing sudah besar dan siap untuk dijual. Pengelola tidak akan kebingungan untuk menjualnya.
“Kalau untuk menjual kambing bisa dilakukan kapan saja. Tergantung harganya, apakah sudah cocok atau belum. Kalau sekiranya belum mendapatkan keuntungan tentu tidak akan dijual,” terangnya.
Jalan Poros Desa Kini Sudah Lebih Nyaman
PEMBANGUNAN fisik atau sarana prasarana penunjang aktivitas sehari-hari warga menjadi perhatian Pemerintah Desa Tegalwatu. Tak heran jika pembangunan fisik terus dilakukan secara berkelanjutan. Khususnya di wilayah yang belum tersentuh pembangunan.
Bendahara Desa Tegalwatu Zuhrianto mengatakan, pembangunan fisik ini berdasarkan usulan dan kebutuhan warga. Kemudian pemerintah desa melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk pemetaan. Lalu dilanjutkan dengan musyawarah desa untuk memutuskan fisik mana saja yang akan dibangun.
“Anggaran yang dimiliki desa cukup terbatas. Maka pembangunan fisik kami realisasikan berdasarkan kebutuhan,” katanya.
Tahun ini pemerintah desa berencana merabat beton jalan sepanjang 200 meter di RT 7/RW 4, Dusun Lerekan. Jalan ini merupakan jalan utama desa yang merupakan akses menuju pemukiman padat penduduk.
Melalui ruas jalan ini setidaknya dapat mengakses perumahan warga yang dihuni oleh 140 kepala keluarga. Selain itu ruas jalan merupakan akses menuju fasilitas pendidikan.
Program lainnya yang juga akan dilaksanakan adalah pembangunan satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Serta penyaluran BLT Kemiskinan Ekstrim pada 13 KPM.
“Tahun ini hanya ada satu proyek pembangunan jalan. Kami pilih yang paling banyak dimanfaatkan oleh warga,” bebernya.
Pada tahun sebelumnya Pemerintah Desa Tegalwatu telah merealisasikan pembangunan dua ruas jalan. Diantaranya mengaspal lapen jalan di RT 1/RW 1, Dusun Karangrejo. Dan mengaspal lapen RT 10/RW 5, Dusun Jatian.
Pengaspalan dilakukan dengan sistem lapisan penetrasi (lapen) sebab sebelumnya telah dibangun aspal. Namun karena volume kendaraan yang melintas cukup tinggi. Sementara jalan telah termakan cuaca dan waktu akhirnya mengalami kerusakan ringan pada bagian permukaan.
“Jalan yang sudah dilapen saat ini kondisinya sudah nyaman dan dilintasi oleh warga desa,” pungkasnya.
Rencana Pembangunan Tahun 2026
● Merabat beton jalan di RT 7/RW 4, Dusun Lerekan;
● Ketahanan pangan penggemukan sapi;
● Membangun 1 unit RTLH
(ar/fun/*)
Editor : Abdul Wahid