Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pulang Kerja, Karyawati Pabrik Kayu Dijambret di Jatiadi Gending Probolinggo, Korban Kena Sabet Pisau, Pelaku Sempat Terjatuh

Agus Faiz Musleh • Senin, 13 April 2026 | 17:04 WIB

 

LOKASI PENJAMBRETAN: Petugas Polsek Gending melakukan olah TKP kasus penjambretan di jalan masuk Desa Jatiadi, Gending, Minggu (14/4) malam. Inset, korban saat dirawat di Puskesmas.
LOKASI PENJAMBRETAN: Petugas Polsek Gending melakukan olah TKP kasus penjambretan di jalan masuk Desa Jatiadi, Gending, Minggu (14/4) malam. Inset, korban saat dirawat di Puskesmas.

 

GENDING, Radar Bromo–Kejahatan jalanan yang menyasar karyawati kembali terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo. Kali ini, Nur Aeni, 31, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, jadi korban penjambretan saat pulang kerja.

Peristiwa itu terjadi Minggu (12/4) pukul 20.30 di jalur perbatasan Kecamatan Gending–Maron, Kabupaten Probolinggo.

Saat insiden tragi situ terjadi, korban pulang kerja. Tepatnya di kawasan Desa Jatiadi, Kecamatan Gending.

Kapolsek Gending AKP Mugi menjelaskan, sekitar pukul 19.00, korban dalam perjalanan pulang dari sebuah pabrik kayu di Desa Pajurangan, Gending. Ia sendirian mengendarai motor Yamaha Mio.

“Saat melintas di jalan raya Klaseman ke arah selatan, korban dipepet dua orang terduga pelaku di sebelah selatan Masjid At Taufik Desa Jatiadi,” jelasnya.

Keduanya berboncengan mengendarai motor Honda Beat hitam tanpa nomor polisi. Mereka menggunakan penutup wajah, sehingga sulit dikenali.

Tanpa banyak bicara, salah satu pelaku langsung menarik tas selempang korban. Kemudian menyobek tas itu dengan pisau kecil jenis kater.

Korban yang merasa terancam, kemudian melawan. Dia menendang motor pelaku hingga jatuh.

Namun pelaku tidak tinggal diam. Pelaku yang memegang pisau, sempat menyabetkan pisaunya ke arah korban beberapa kali. Membuat tangan kanan korban mengalami tiga luka goresan.

“Korban sempat melawan dan terkena sabetan pisau pelaku di tangan kanan. Dia lalu lari dan mendapatkan penanganan medis di wilayah Maron,” imbuh AKP Mugi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 300 ribu. Lalu tangannya mendapat sejumlah jahitan akibat tiga goresan senjata tajam.

Saat ini, petugas kepolisian menyelidiki kasus tersebut. Termasuk kemungkinan korban telah diikuti sejak awal perjalanan.

Petugas juga mencari barang bukti dan kemungkinan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, meski terkendala minimnya penerangan jalan.

“Di sekitar tempat kejadian kondisi jalan gelap, lampu penerangan tidak ada. Kami mencari kemungkinan adanya CCTV di sekitar lokasi,” tegasnya.

Menurut AKP Mugi, sasaran utama pelaku adalah tas korban, bukan motor seperti yang sempat beredar di masyarakat.

Sehingga pihaknya menyimpulkan kejadian tersebut merupakan penjambretan.

“Sasaran pelaku adalah tas korban, sehingga peristiwa ini dikategorikan sebagai penjambretan disertai kekerasan,” tegas Kapolsek.

Baca Juga: Pelaku Jambret Spesialis Kalung Emas Dimassa di Dringu Probolinggo, Tiga Orang Sudah Jadi Korban, Ini Modusnya

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar Mertadana menyatakan, pihaknya memberi perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Ia pun memastikan penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih berhati-hati saat berkendara sendirian di malam hari. Terutama di jalur sepi dan minim penerangan yang rawan tindak kriminal.

"Peristiwa yang menimpa warga Wonorejo, ini TKP-nya minim penerangan. Sehingga kesempatan untuk terjadinya tindak pidana tinggi," ujarnya. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#gen alpha #probiotik #pabrik kayu #jambret