Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Viral Siswi di Tegalsiwalan Probolinggo Seberangi Jalan demi Ambil MBG, Pemkab Turun: Distribusi Tanggung Jawab Penyedia

Agus Faiz Musleh • Sabtu, 11 April 2026 | 11:10 WIB
VIRAL: Sejumlah siswa SDN Sumberbulu Tegalsiwalan Probolinggo harus menyeberangi jalan demi mengambil ompreng MBG, beberapa waktu lalu. Inset Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi saat lakukan monev.
VIRAL: Sejumlah siswa SDN Sumberbulu Tegalsiwalan Probolinggo harus menyeberangi jalan demi mengambil ompreng MBG, beberapa waktu lalu. Inset Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi saat lakukan monev.

 

KRAKSAAN, Radar Bromo– Viralnya video sejumlah siswi di SDN Sumberbulu Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo menyeberangi jalan demi mengambil Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi atensi.

Pemkab Probolinggo melalui Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) memutuskan untuk memperbaiki distribusi makanan di SDN Sumberbulu.

Sekolah tersebut memiliki 239 siswa yang terbagi di dua gedung terpisah.

Sebelumnya, distribusi makanan hanya dilakukan di gedung bagian timur.

Sementara siswa dari gedung barat harus menyeberang jalan untuk mengambil jatah makanan. Kondisi ini dinilai berisiko bagi keselamatan siswa.

Karena itu, pola distribusi kini diubah dengan mengantarkan makanan langsung ke masing-masing gedung. Pertimbangannya yaitu memprioritaskan keamanan siswa.

“Distribusi ompreng ini adalah tanggung jawab penyedia, bukan siswa,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi.

Ia menegaskan, pengiriman makanan harus dilakukan langsung ke setiap lokasi agar tidak membebani siswa.

Selain itu, makanan juga diminta untuk dikonsumsi di sekolah dan tidak dibawa pulang guna menghindari penurunan kualitas.

“Makanan harus dikonsumsi di sekolah, tidak boleh dibawa pulang untuk menghindari risiko penurunan kualitas,” ujarnya.

Sjaiful juga meminta penyedia layanan merespons cepat setiap keluhan yang muncul selama pelaksanaan program.“Semua keluhan pihak sekolah dan penerima manfaat harus cepat direspons,” tambahnya.

Dari hasil evaluasi, pihak penyedia menyatakan siap menyesuaikan pola distribusi dengan mengirimkan makanan ke dua titik di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah juga diminta menyiapkan tempat yang bersih dan aman untuk penempatan makanan.

"Penyedia menyebutkan, distribusi sudah dilakukan di dua lokasi dan makanan ditempatkan di atas meja," ujarnya. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tegalsiwalan #viral #Mbg #sekolah #probolinggo