LUMBANG, Radar Bromo-Proses pemasangan jembatan bailey di lokasi longsor Jembatan Sumber Duren, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, terus dikebut.
Hingga Kamis (9/4), progres pembangunan baru mencapai 10 persen.
Sejumlah personel TNI dari Zipur 5/ABW Malang bersama stakeholder terkait dan warga setempat, bergotong royong di lokasi.
Fokus pekerjaan saat ini adalah membersihkan area kerja, sekaligus pembuatan abutmen atau penopang utama jembatan.
Komandan Kompi (Danki) Zipur 5/ABW Malang Kapten CZI Ronny Malianto menjelaskan, pekerjaan dimulai sejak Rabu (8/4). Memasuki hari kedua, tim melanjutkan proses penimbunan abutmen.
“Prosesnya sudah kami mulai sejak kemarin. Hari ini kami lanjutkan untuk penimbunan abutmen jembatan,” ujarnya.
Baca Juga: Lokasi Jembatan Duren yang Ambruk di Lumbang Probolinggo Bakal Dipasang Jembatan Bailey
Abutmen tersebut dibangun menggunakan urukan tanah yang diperkuat dengan sandbag atau karung berisi tanah.
Hingga Kamis siang, sebanyak 700 sandbag telah terpasang rapi di sisi timur jembatan.
Pemasangan sandbag ini bertujuan untuk menopang struktur jembatan bailey. Sekaligus menyamakan elevasi antara sisi timur dan barat agar konstruksi dapat terpasang dengan stabil.
“Kalau dihitung secara keseluruhan, progres pembangunan masih sekitar 10 persen. Hari ini (Kamis, Red), total sudah 700 sandbag terpasang,” jelasnya.
Selama pengerjaan itu, sejumlah kendala dihadapi di lapangan. Cuaca buruk yang terjadi Rabu (8/4), menyebabkan debit air sungai meningkat.
Arus deras membawa material kayu dan bebatuan yang kemudian menumpuk di bawah jembatan. Alhasil, kondisi tanah yang masih labil akhirnya memicu longsor susulan.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim gabungan melakukan normalisasi aliran sungai. Sehingga arus sungai kembali lancar dan tidak menghambat proses pembangunan.
“Kami juga fokus membersihkan material longsoran dari aliran sungai. Ini agar air bisa mengalir normal. Semoga tidak terjadi longsor susulan yang bisa mengganggu pemasangan jembatan,” tambahnya.
Ronny menargetkan, pembuatan abutmen rampung pada Jumat (10/4). Namun ia mengakui bahwa target tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca di lokasi yang cenderung cepat berubah.
“Biasanya setelah pukul 12.00 cuaca mulai mendung. Tapi kami optimistis pekerjaan bisa selesai tepat waktu, bahkan kalau bisa lebih cepat. Harapannya masyarakat segera bisa kembali melintas,” jelasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi