MAYANGAN, Radar Bromo-Kondisi Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo semakin semerawut dan memprihatinkan. Komisi II DPRD Kota Probolinggo pun menagih janji pemkot untuk menertibkan dan menata pasar itu.
Khususnya melarang pikap pedagang sayur berjualan di pinggir jalan.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pikap pedagang sayur di Jalan Letjen Soeprapto tidak hanya berjualan pada malam hari.
Sejak sore, mereka sudah tiba di jalan itu dan berjualan di tepi jalan.
Akibatnya, akses kendaraan di Jalan Letjen Soeprapto hampir tertutup total. Padahal, di tempat itu juga banyak toko berdiri. Termasuk, akses masuk ke Pasar Gotong Royong.
Anggota Komisi II DPRD Kota Probolinggo Tri Atmojo Adip Susilo mengatakan, pemkot dan DPRD sudah sepakat untuk menertibkan Pasar Gotong Royong.
Kesepakatan itu dibuat sebulan lalu dalam rapat dengar pendapat (RDP).
Baca Juga: Tunggakan Retribusi Ruko dan Bedak Pasar Gotong Royong Probolinggo Capai Rp 1,4 Miliar
”Kalau dibiarkan tidak ada penindakan, lama-lama pasar sayur di lantai II Gotong Royong itu mati total. Sebab, banyak pedagang sayur yang berjualan di pinggir jalan. Tidak mau naik,” ungkapnya.
Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Ryadlus Sholihin Firdaus menambahkan, pikap sayur yang berjualan di pinggir jalan tidak hanya mematikan pedagang sayur di lantai dua. Namun juga membuat macet jalan di Pasar Gotong Royong.
“Karena mereka berjualan di luar, akhirnya dagangan sayur di dalam pasar tidak laku. Karena itu, kami menunggu langkah nyata perangkat daerah terkait,” ujarnya.
Kepala DKUP Kota Probolinggo Slamet Suwantoro mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti hasil RDP.
Penertiban pedagang sudah dilakukan bersama Satpol PP. Namun para pedagang itu kembali lagi berjualan di tepi jalan.
”Nanti akan kami koordinasikan lagi dengan Kepala Satpol PP dan Dishub. Sebab, mereka sudah ditertibkan tapi balik lagi,” tegasnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi