GENDING, Radar Bromo- Apes dialami Dwi Prihantina, 57. Warga Dusun Pasar, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten probolinggo itu jadi korban penjambretan saat hendak kulakan.
Gelang emas seberat 5 gram miliknya dirampas seorang lelaki di ruas jalan pantura, perbatasan Desa Pajurangan–Curahsawo, Kecamatan Gending, Senin (6/3) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.10. Korban yang akrab disapa Titin, saat itu keluar seorang diri dari rumah dengan mengendarai motor Vario hitam bernopol N 2549 MQ.
Dia berkendara ke arah barat, menuju toko langganannya di Desa Curahsawo untuk kulakan.
Korban tidak menaruh curiga apa pun, meski melintasi jalan yang relatif sepi. Sebab, dia biasa melewati jalan itu saat kulakan.
“Kalau kulakan saya memang ke Desa Curahsawo, sudah langganan di sana. Jadi berangkat sendiri sudah biasa,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Selasa (7/4).
Namun nahas, sebelum sampai tujuan korban dipepet sepeda motor Yamaha N-Max berwarna hitam yang datang dari belakang.
Motor dikendarai dua orang lelaki, berboncengan. Lokasinya tepat di ruas jalan pantura, batas Desa Pajurangan–Curahsawo.
Begitu jarak mereka dekat, pelaku yang menyetir motor kemudian menarik gelang emas di tangan kanan korban. Korban yang tidak menyangka bakal dijambret, mengaku terkejut dan sempat berteriak.
Bahkan, hentakan saat penjambretan membuat motor korban langsung oleng. Korban pun terjatuh ke aspal bersama motornya.
Wajah korban membentur aspal dan mengalami luka lecet. Sementara itu, terduga pelaku langsung tancap gas melarikan diri ke arah barat.
Meski dalam kondisi terluka, korban bangkit dan mengejar pelaku hingga ke ruas jalan pantura wilayah Desa Curahsawo. Namun laju kendaraan pelaku yang kencang membuat korban kehilangan jejak.
Di lokasi tersebut, korban bertemu pengendara lain dan menceritakan kejadian yang dialaminya.
Karena mengalami luka di wajah, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Gending untuk mendapatkan perawatan medis.
“Kejadian itu begitu cepat, tiba-tiba orang tak dikenal menarik gelang saya. Sempat saya kejar, tetapi tidak berhasil,” ungkapnya.
Korban mengingat pelaku berjumlah dua orang yang mengendarai motor N-Max hitam, mengenakan helm dan jaket.
Ia menduga pelaku telah mengincarnya karena mengetahui kebiasaannya kulakan seorang diri pada malam hari.
“Yang menarik gelang saya itu yang mengendarai motor, yang di depan. Bukan yang dibonceng,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet di pipi kanan serta kerugian ditaksir mencapai Rp 12 juta. Selain itu, dek motor korban juga rusak akibat terjatuh.
Kasi Humas Polres Probolinggo AKP Merdhania Pravita Shanti membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban telah melapor ke Polsek Gending.
Sempat tersebar informasi bahwa korban dibegal. Namun saat petugas menggali keterangan pada korban rupanya kejadian tersebut merupakan aksi penjambretan.
“Gelang emas milik korban dijambret. Atas kejadian tersebut korban mengalami luka lecet pada pipi kanan. Korban juga mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 12 juta. Kasus ini masih dalam penyelidikan,” tuturnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi