Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ramadan-Idul Fitri Picu Inflasi di Kota Probolinggo, Dipengaruhi Kelompok Makanan-Tembakau

Arif Mashudi • Minggu, 5 April 2026 | 20:41 WIB
Ilustrasi inflasi
Ilustrasi inflasi

 

KANIGARAN, Radar Bromo- Naiknya harga di kelompok makanan, minuman, dan tembakau bersamaan dengan momen Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Probolinggo, menimbulkan inflasi.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Probolinggo pada Maret 2026 mengalami inflasi 0,69 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Kala itu mencatatkan inflasi sebesar 1,12 persen (mtm).

Secara tahunan, Kota Probolinggo mencatatkan inflasi sebesar 4,17 persen (year on year/yoy). Inflasi IHK pada Maret 2026 terutama didorong oleh peningkatan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,55 persen (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi mengatakan, terjadinya inflasi di wilayah Kota Probolinggo, terutama didorong oleh kenaikan harga komoditas daging ayam ras, tarif angkutan antarkota, telur ayam ras, beras, dan tomat. Andil masing-masing sebesar 0,08 persen, 0,05 persen, 0,03 persen, 0,03 persen, dan 0,02 persen (mtm).

Peningkatan harga komoditas pangan (daging ayam ras, telur ayam ras, beras, dan tomat), juga didorong oleh kenaikan permintaan masyarakat pada momen HBKN Ramadan dan Idul Fitri 2026,kata Indra.  

Sedangkan, kenaikan tarif angkutan Antarkota Probolinggo, kata Indra, disebabkan oleh meningkatnya tarif pada rentang 20-100 persen, untuk kelas nonekonomi menjelang Idul Fitri 2026. Adapun pada bulan Maret 2026, tidak terdapat komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan di Kota Probolinggo.

Tetapi tekanan inflasi Kota Probolinggo pada Maret 2026, masih terjaga sejalan dengan kondisi di tingkat Provinsi Jawa Timur dan Nasional,terangnya.

Indra mengungkapkan, tekanan Inflasi Kota Probolinggo pada Maret 2026 masih terjaga sejalan dengan kondisi di tingkat Provinsi Jawa Timur dan Nasional. Hal ini tidak terlepas dari koordinasi solid di dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang diwujudkan melalui sinergi kolaboratif dalam upaya pengendalian inflasi.

Upaya TPID yang dilakukan mulai dari pelaksanaan Pasar Murah Kota Probolinggo tanggal 21 Februari-14 Maret 2026. Kemudian, sinergi kebijakan akan terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP),terangnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#makanan #inflasi #probolinggo #minuman #kelompok informasi masyarakat