
KANIGARAN, Radar Bromo – Pemkot Probolinggo resmi meluncurkan city branding ‘Probolinggo Kota Bersolek.’ Peluncuran ini menjadi penanda arah baru pembangunan kota yang menitikberatkan pada identitas, keberlanjutan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Acara itu digelar di Ballroom Paseban Sena, Kota Probolinggo, Selasa malam (31/3) bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo.
Kegiatan berlangsung meriah dan elegan itu dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari.
Hadir juga jajaran Forkopimda Kota Probolinggo, seluruh ketua komisi dan anggota DPRD Kota Probolinggo. Termasuk Pj Sekda Kota Probolinggo, kepala perangkat daerah, pimpinan cabang Bank Jatim, pimpinanan BUMN, BUMD, dan camat hingga lurah.
Acara dimulai dengan kehadiran wali kota dan wakil wali kota yang cukup mengejutkan undangan. Sebelum wali kota dan wawali datang, undangan disajikan tampilan video wali kota dan wawali berkeliling kota. Melihat sejumlah sudut Kota Probolinggo yang sudah banyak berbenah.
Di akhir video, tampilan videotron yang memanjang itu menayangkan wali kota dan wawali yang masuk ke area gedung paseban sena, lalu berganti menjadi tayangan live kedatangan wali kota dan wawali dengan busana yang sama, yang jadi identitas Kota Probolinggo.
Setelah menyanyikan lagu Indonesia raya dan tari, juga ditampilkan video Kilas Balik 1 Tahun Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo.
Kemudian, sambutan Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota yang telah memimpin Kota Probolinggo selama satu tahun. Selama itu pula, 53 prestasi atau penghargaan tingkat nasional dan provinsi berhasil diraih.
Puncak launching city branding ‘Probolinggo Kota Bersolek’ ditandai dengan prosesi simbolis berupa pelukisan huruf “K” dan “B” pada layar videotron oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Huruf K dan B itu lantas bertransformasi menjadi tulisan Kota Bersolek. Lalu, disajikan video makna dan logo Probolinggo Kota Bersolek.
Di akhir acara, ditandai pemasangan pin city branding ‘Probolinggo Kota Bersolek.’
Semua pejabat yang hadir memasang pin di baju masing-masing yaitu di sebelah kanan atas.
Wali Kota Proboinggo dr Aminuddin menegaskan, peluncuran city branding tersebut sejalan dengan visi pembangunan dalam RPJMD yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas hidup.
Hal ini bisa diwujudkan melalui penguatan daya saing daerah, pembangunan berkelanjutan, peningkatan pelayanan publik, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Namun pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan program dan anggaran. Pembangunan juga membutuhkan identitas dan narasi yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat.
“Di sinilah pentingnya city branding. City branding bukan sekadar wajah luar dari sebuah kota. Namun jiwa kota yang menentukan arah bersama,” katanya.
Melalui launching itu pula, terjadi transformasi city branding dari Impressive Probolinggo menuju Probolinggo Kota Bersolek. Bukan sekadar pergantian nama, perubahan ini berkaitan dengan transformasi arah pembangunan daerah.
Dari yang awalnya orientasi global menuju penguatan lokal. Dari pembangunan fisik semata, menuju pembangunan yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan, konsep ‘Kota Bersolek’ tidak hanya bermakna mempercantik kota secara fisik. Namun juga menciptakan kota yang lebih tertata, bersih, nyaman, manusiawi, dan berdaya saing.
City branding ini juga mencerminkan pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada potensi lokal.
Dengan tetap menjaga identitas budaya dan kelestarian lingkungan. Seluruh makna tersebut terangkai dalam satu kalimat, Probolinggo Kota Bersolek.
“Dengan demikian, Probolinggo Kota Bersolek adalah langkah bersama menjaga harmoni alam, merawat jati diri budaya, dan menghadirkan kualitas hidup yang terus tumbuh menuju kota modern yang sejahtera,” jelasnya.
Lebih lanjut menurutnya, Bersolek bukan sekadar kata. Bersolek adalah sebuah gerakan. Akronim dari Bersih, Elok, Ramah, Sejahtera, Original, Lestari, Edukatif, dan Kreatif. Semua nilai itulah yang akan menjadi nilai dasar pembangunan kota ke depan.
Wali Kota pun mengingatkan, masih banyak pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Dan itu semua bisa dicapai dengan satu modal penting yang sudah dimiliki yaitu kebersamaan.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan di Kota Probolinggo tidak hanya cepat, tetapi juga adil. Tidak hanya maju, tetapi juga berkelanjutan. Tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi