TEGALSIWALAN, Radar Bromo- Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Raya Lumajang, tepatnya di Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (1/4).
Sekitar pukul 09.30, satu unit mobil travel menyasak ambulans yang saat itu membawa jenazah warga Kabupaten Jember.
Selain mobil travel Toyota Hiace bernopol L 7746 G dan ambulans jenazah bernopol L 1642 ABM, kecelakaan itu juga melibatkan Toyota Innova bernopol L 1180 ABH.
Tak ada korban jiwa. Namun sopir travel dan seorang menumpangnya terluka. Mereka dilarikan ke rumah sakit.
Dari informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, mobil travel itu dikemudikan oleh warga Kabupaten Jember, Moh Nuzulul Furqon, 26. Melaju dari selatan.
Dari arah berlawanan, ada rombongan duka yang terdiri atas mobil jenazah yang dikemudikan Alip Rosidin, 56, serta Toyota Innova yang dikemudikan Tjeng Hok Liong, 48. Keduanya warga Kota Surabaya.
Salah seorang warga sekitar, Sudarman, 64, mengatakan, saat itu kondisi lalu lintas cukup padat. Ia melihat mobil travel berusaha mendahului kendaraan dengan mengambil jalur kanan hingga melewati markah jalan.
“Dari arah berlawanan ada mobil jenazah dan Innova. Tiba-tiba bertabrakan di garis tengah jalan. Mobil Hiace sampai rusak berat dan sopirnya sempat terjepit,” ujar warga Desa Malasan Wetan ini.
Benturan keras menyebabkan bagian kanan mobil Hiace rusak parah.
Warga sekitar berbondong-bondong berusaha memberikan pertolongan. Sejumlah penumpang berhasil dievakuasi ke rumah warga terdekat untuk mendapatkan penanganan awal.
Proses evakuasi sopir travel berlangsung cukup sulit. Ia terjepit bodi kendaraan. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk mengeluarkannya.
“Kondisinya luka parah. Ada dua penumpang yang juga terluka. Dari kendaraan lain tidak ada korban,” tambah Sudarman.
Salah satu penumpang travel, Cindy Wahyu Anggraeni, 19, mengatakan, kendaraan yang ditumpanginya berangkat dari Jember hendak ke Kota Surabaya. Ia duduk di kursi depan bersama sopir.
Sebelum tabrakan, kata Cindy, sopir berusaha menyalip kendaraan. Namun dari arah berlawanan muncul mobil jenazah.
“Sopir sudah berusaha kembali ke kiri, tapi jaraknya terlalu dekat jadi tidak sempat mengelak,” ujar warga Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, ini.
Tabrakan tak terhindarkan. Cindy yang panik, begitu mobil berhenti, langsung keluar. Menyelamatkan diri ke rumah warga.
Syukur, ia hanya mengalami luka lecet di lutut kanan akibat serpihan kaca. “Selain saya, ada dua penumpang lain yang juga terluka,” imbuhnya.
Pengemudi mobil jenazah, Alip mengaku, melaju dari utara dengan kecepatan standar, mengingat kondisi jalan menanjak. Ia juga memastikan sirene ambulans telah dinyalakan.
“Kami sudah pelan karena jalannya menanjak. Sirene juga sudah menyala,” ujarnya.
Alip mengakui sempat mendahului sebuah truk di depannya. Namun manuver itu telah selesai dan kendaraannya sudah kembali ke jalur kiri.
“Setelah kembali ke jalur, tiba-tiba dari depan ada mobil travel yang terlalu ke kanan hingga masuk jalur kami. Lalu, terjadi tabrakan dengan mobil jenazah dan Innova di belakang kami,” terangnya.
Saat itu, rombongan tengah mengantarkan jenazah dari Surabaya menuju Jember. Akibat kecelakaan, proses pengantaran sempat terhenti dan jenazah dipindahkan ke ambulans milik Saekapraya Jember untuk melanjutkan perjalanan.
“Jenazah akhirnya dilanjutkan menggunakan ambulans lain,” katanya. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi