Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tradisi Petolekoran, Warga Gili Ketapang Serbu Kota Probolinggo untuk Beli Kebutuhan Lebaran

Inneke Agustin • Selasa, 17 Maret 2026 | 17:22 WIB
SUDAH TRADISI: Sejumlah warga Pulau Gili Ketapang tampak penuhi Pelabuhan Tanjung Tembaga untuk melakukan tradisi Petolekoran, Selasa (17/3) siang
SUDAH TRADISI: Sejumlah warga Pulau Gili Ketapang tampak penuhi Pelabuhan Tanjung Tembaga untuk melakukan tradisi Petolekoran, Selasa (17/3) siang. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Ribuan warga Pulau Gili Ketapang memadati Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, Selasa (17/3). Mereka datang ke daratan untuk mengikuti tradisi petolekoran, sebuah momen tahunan menjelang Lebaran yang telah berlangsung turun-temurun.

Petolekoran berasal dari bahasa Madura, “petolekor”, yang berarti dua puluh tujuh. Tradisi ini menjadi waktu istimewa bagi warga Gili Ketapang untuk menyeberang ke Kota Probolinggo. Mereka berkeliling maupun memenuhi kebutuhan Lebaran.

Setibanya di pelabuhan, warga tampak bergegas mencari transportasi menuju pusat pertokoan, mulai dari becak, bentor, hingga kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan sepeda listrik.

Salah satu warga, Fatur Rozi, 20, mengaku memanfaatkan momen tersebut untuk berbelanja bersama teman-temannya. Ia berangkat dari Pulau Gili Ketapang menggunakan perahu nelayan dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

“Nanti saya mau jalan-jalan sekaligus beli kebutuhan rumah seperti sembako yang belum ada di pulau, termasuk kue Lebaran. Hari ini saya siapkan anggaran Rp 300 ribu. Rencananya sore baru kembali ke Gili,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Muhammad Wahyudi, 22. Ia menilai petolekoran bukan sekadar berbelanja, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan tradisi leluhur.

SUDAH TRADISI: Sejumlah warga Pulau Gili Ketapang tampak penuhi Pelabuhan Tanjung Tembaga untuk melakukan tradisi Petolekoran, Selasa (17/3) siang. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
SUDAH TRADISI: Sejumlah warga Pulau Gili Ketapang tampak penuhi Pelabuhan Tanjung Tembaga untuk melakukan tradisi Petolekoran, Selasa (17/3) siang. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Meski kini belanja bisa dilakukan secara daring, ia tetap memilih datang langsung ke kota.

“Ini tradisi turun-temurun yang harus dijaga. Sekalian cari baju Lebaran bersama keluarga. Biasanya tiap orang diberi anggaran Rp 1 sampai Rp 2 juta, karena ini momen setahun sekali,” ungkapnya.

Koordinator penyeberangan Gili Ketapang di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Suryono menyebutkan bahwa jumlah warga yang mengikuti petolekoran tahun ini diprediksi meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kondisi ekonomi masyarakat yang membaik, terutama dari hasil tangkapan ikan, menjadi salah satu faktor pendorong.

“Tahun ini diperkirakan sekitar 3.000 warga menyeberang ke Kota Probolinggo menggunakan 40 hingga 50 perahu. Hasil tangkapan ikan sedang bagus, sehingga daya beli masyarakat juga meningkat,” jelasnya.

Untuk memastikan keamanan selama kegiatan berlangsung, pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo melakukan patroli laut di perairan sekitar Mayangan hingga Gili Ketapang.

Humas KSOP, Hendra Yulis Priyanto menyampaikan bahwa kondisi cuaca terpantau aman.

“Cuaca hari ini cerah dengan kecepatan angin berkisar 1 sampai 4 knot, sehingga penyeberangan berjalan lancar,” katanya.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Operator kapal juga diminta menyediakan alat keselamatan seperti jaket pelampung bagi penumpang.

Selain itu, penyeberangan disarankan dilakukan sebelum pukul 17.00 untuk menghindari kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Pengamanan juga diperkuat oleh jajaran Polairud Polres Probolinggo. Kasat Polairud Polres Probolinggo, AKP I Wayan Mulyana menyampaikan bahwa personelnya disiagakan di sejumlah titik, mulai dari posko pengamanan hingga wilayah perairan.

“Personel kami bergerak dari posko menuju lokasi penyeberangan, kemudian melakukan patroli ke perairan DABN, kum-kum, hingga Gili Ketapang untuk memastikan kegiatan petolekoran berjalan aman,” pungkasnya. (gus/fun)

Editor : Fandi Armanto
#lebaran #gili ketapang #petolekoran