TONGAS, Radar Bromo - Kecelakaan kendaraan bermotor dan kereta api kembali di Kabupaten Probolinggo.
Minggu (15/3) dini hari, mobil Gran Max disasak kereta di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 166 Kilomter 86+6/7, Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas.
Kanit Gakkum Polres Probolinggo Kota Aipda Muhammad Taufik Rahardian mengatakan, kecelakaan melibatkan KA 159 Wijayakusuma relasi Cilacap-Ketapang dengan Daihatsu Gran Max bernopol P 8051 HF.
Mobil ini dikemudikan warga Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Mansur, 43.
Awalnya, kata Taufik, Gran Max itu melaju dari timur. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), terperosok ke bebatuan di antara bantalan rel kereta api.
Mansur bersama kernetnya, Arpan Saputra, yang juga warga Desa Kasiyan Timur, berupaya mengevakuasinya. Namun, tidak berhasil.
Sekitar lima menit kemudian, terdengar suara sirine peringatan dan kendaraan tersebut masih menyangkut. Akhirnya, terjadi benturan antara kereta dan mobil.
“Pengemudi dan kernet selamat. Tidak ada korban jiwa maupun yang terluka. Sementara, kerugian materil belum bisa diperkirakan berapa. Tapi, untuk kereta mengalami kerusakan pada bagian lampu kabut, sementara mobil pada bagian depannya ringsek,” terang Taufik.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menjelaskan, kejadian ini kali pertama dilaporkan oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) KA Wijayakusuma ke Pusat Pengendali Operasi KA (Pusdalopka) Daop 9 Jember, pukul 01.32.
Berdasarkan informasi dari petugas JPL 166, perlintasan hendak ditutup sebagai tanda akan melintasnya kereta api. Namun, minibus tiba-tiba berhenti di area perlintasan dan menghalangi jalur rel kereta api.
Pada saat bersamaan, KA Wijayakusuma melintas menuju arah Ketapang. Melihat kendaraan masih berada di jalur rel, petugas JPL 166 segera menjalankan prosedur keselamatan.
Berlari menuju arah datangnya kereta api sambil memberikan isyarat S.3 sebagai tanda peringatan kepada masinis. Namun, karena posisi kereta sudah sangat dekat dengan lokasi perlintasan, insiden temperan tidak dapat dihindarkan.
“Beruntung dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Masinis, seluruh penumpang kereta api, maupun pengemudi kendaraan dilaporkan dalam kondisi selamat,” ujar Cahyo.
Usai kejadian, KA Wijayakusuma sempat berhenti sekitar lima menit. Dilakukan pemeriksaan sarana, guna memastikan kondisi rangkaian kereta tetap aman sebelum melanjutkan perjalanan.
Sebagai tindak lanjut, petugas pengamanan KAI Daop 9 Jember melakukan pengamanan di lokasi kejadian, guna mengantisipasi kerumunan masyarakat.
“KAI Daop 9 Jember sangat menyesalkan masih terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kereta api di perlintasan sebidang. Kami kembali mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan selalu waspada saat melintasi perlintasan kereta api,” jelas Cahyo. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga