Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tujuh Proyek Fisik di Kota Probolinggo Telan Rp 17,1 Miliar, Begini Pesan DPRD

Arif Mashudi • Rabu, 4 Maret 2026 | 10:05 WIB

PADAT: Sejumlah pengendara melintas di Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Probolinggo. Saluran pematusan jalan ini akan diperbaiki dengan anggaran Rp 4,8 miliar.
PADAT: Sejumlah pengendara melintas di Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Probolinggo. Saluran pematusan jalan ini akan diperbaiki dengan anggaran Rp 4,8 miliar.

KANIGARAN, Radar Bromo - Tahun ini, ada sekitar tujuh proyek pembangunan di Kota Probolinggo yang melekat pada Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo. Sejumlah proyek ini menelan anggaran sekitar Rp 17,16 miliar.

Adanya sejumlah proyek ini menjadi perhatian serius Komisi III DPRD Kota Probolinggo. Mereka mewanti-wanti agar semuanya selesai tepat waktu dan tidak sampai putus kontrak. Kekhawatiran Komisi III, cukup beralasan. Karena sepanjang 2025, banyak proyek besar molor, bahkan ada yang sampai putus kontrak.

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, mumpung awal tahun, pihaknya mengelar rapat dengar pendapat, meminta penjelasan kesiapan dan komitmen perangkat daerah dalam merealisasikan pembangunan sesuai perencanaan.

Pihaknya tidak ingin perencanaan terlambat, proses tender lama, sehingga waktu pekerjaan mepet akhir tahun. Akibatnya, pekerjaan di lapangan molor, tidak selesai, dan putus kontrak.

“Kami akan terus melakukan pengawasan ketat agar pelaksanaan proyek infrastruktur berjalan sesuai aturan dan tidak mengulang persoalan putus kontrak. RDP ini sekaligus bentuk evaluasi bersama dan sangat penting sebagai bentuk tanggung jawab bersama,” terangnya.

Anggota Komisi III Eko Purwanto mengatakan, harus ada target dari organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari menyusun perencanaa, launching tender, hingga realisasi pengerjaannya. Dengan harapan waktu pekerjaan bisa selesai sesuai target.

Menurutnya, seharusnya ada komitmen dari pemerintah daerah untuk menyusun perencanaan semua kegiatan pembangunan pada tahun sebelumnya. Sehingga, memasuki awal tahun pelaksanaan bisa langsung launching tander dan pembangunannya bisa mulai dilaksanakan.

“Harus ada komitmen untuk bisa menyelesaikan semua seuai target. Jika tidak, maka pembangunan di Kota Probolinggo akan kembali molor, terlambat, dan putus kontrak seperti tahun kemarin,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo Setyorini Sayekti mengatakan, tahun ini ada tujuh proyek infrastruktur yang melekat di Dinas PUPR-PKP. Anggarannya mencapai sekitar Rp 17,1 miliar.

“Kami targetkan kegiatan infrastruktur selesai pada November 2026, agar tidak mengganggu penyusunan laporan keuangan akhir tahun. Kenapa harus tender, karena sejumlah item pekerjaan tidak tercantum dalam master produk e-purchasing sesuai regulasi Dirjen Bina Konstruksi Nomor 182 Tahun 2025,” jelas Rini. (mas/rud)

 

TUJUH PROYEK DI KOTA PROBOLINGGO

Rp 4,8 Miliar
Rehabilitasi saluran pematusan Jalan HOS Cokroaminoto

Rp 2,89 Miliar
Rehab gedung DPRD Kota Probolinggo 

Rp 2,6 Miliar
Pengurukan Lahan Sekolah Rakyat 

Rp 2,2 Miliar
Pelebaran Jalan Kerinci 

Rp 1,86 Miliar
Rehabilitasi Pujasera Alun-Alun Kota 

Rp 1,417 Miliar
Lanjutan Rehabilitasi Rumah Dinas Wakil Wali Kota 

Rp 1,4 Miliar
Pelebaran Jalan Citarum

Editor : Fahreza Nuraga
#proyek #Tujuh #pembangunan #dprd #Miliar #probolinggo