Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hujan Deras, Masih Ada Jalan dan Permukiman di Kota Probolinggo yang Tergenang

Inneke Agustin • Selasa, 24 Februari 2026 | 09:41 WIB

TERGENANG: Petugas BPBD Kota Probolinggo menyedot genangan air di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Senin (23/2).
TERGENANG: Petugas BPBD Kota Probolinggo menyedot genangan air di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Senin (23/2).

KADEMANGAN, Radar Bromo- Hujan deras yang mengguyur Kota Probolinggo, Minggu (22/2) malam, menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Di antaranya, permukiman di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran dan jalan di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Probolinggo Yudha Arisandi mengatakan, untuk mengatasi genangan, pihaknya melakukan penyedotan menggunakan pompa air. Kegiatan ini dilakukan pada Senin (23/2) pagi.

“Kami lakukan pagi karena ternyata belum surut dan karena malam itu hujan masih turun. Khawatir masih akan menggenang lagi,” ungkapnya.

Genangan air di Kelurahan Sukoharjo, berkisar setinggi 30 sentimeter dan sampai masuk rumah. Sementara, di Kelurahan Ketapang, hanya 20 sentimeter.

“Penyedotan dilakukan di Kelurahan Sukoharjo, selama sejam. Sementara, di Kelurahan Ketapang, kami tidak melakukan penyedotan karena memaksimalkan drainase di sekitar lokasi,” jelasnya.

Yudha menyebutkan, selain karena hujan deras, genangan dipengaruhi beberapa faktor, seperti kondisi drainase yang tidak memadai dan tidak adanya sumur resapan.

“Lalu, yang di Kelurahan Sukoharjo, itu lokasinya memang lebih rendah daripada jalan raya di depan,” tuturnya.

Yudha mengatakan, dalam mewaspadai cuaca ekstrem ini, pihaknya menyiagakan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan relawan.

“Kami juga melakukan pemantauan ke daerah rawan banjir dan kegiatan pembersihan drainase untuk meminimalisasi genangan air di Kota Probolinggo,” sebutnya.

Sementara itu, BMKG Juanda menyampaikan untuk mewaspadai potensi cuaca ektrem di beberapa wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Probolinggo. Sebab, dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi, seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es pada periode 21 hingga 28 Februari 2026.

“Saat ini, seluruh wilayah Jawa Timur berada pada musim hujan dan beberapa wilayah diprakirakan masih mengalami puncak musim hujan,” kata Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan.

Taufiq menjelaskan, potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak aktifnya Monsun Asia dan diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency Madden Jullian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby yang akan melintas wilayah Jawa Timur.

“Suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#Kanigaran #ketapang #genangan #sukoharjo #probolinggo