PROBOLINGGO, Radar Bromo– Sebuah sedan Timor milik Adit, 40, warga Dusun Bengkingan, Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, terbakar di simpang empat Randu Pangger, Minggu (22/2) sore.
Tak ada korban jiwa dalam insiden itu. Hanya saja, kebakaran sempat membuat arus lalu lintas terganggu.
Kebakaran diduga dipicu gangguan pada bagian mesin.
Komandan Regu (Danru) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, Soleh Hermanto menjelaskan bahwa laporan masuk melalui call center 112 sekitar pukul 15.03.
“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi dengan satu unit fire truck berkapasitas 3.000 liter,” ujarnya.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati mobil sudah mengeluarkan kepulan asap tebal dari bagian kap depan.
Berdasarkan keterangan pemilik, mobil melaju dari arah timur ke barat. Mobil sempat berhenti di lampu merah simpang empat Randu Pangger.
“Mobil itu sebelumnya baru masuk bengkel untuk ganti aki. Saat berhenti di lampu merah, tiba-tiba kap depan berasap,” jelas Soleh.
Melihat asap semakin tebal, pemilik kendaraan langsung turun dan meminta bantuan warga sekitar.
Beberapa warga sempat mencoba membantu dengan alat pemadam api ringan (APAR). Namun api belum sepenuhnya padam.
Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 15.12 dan langsung melakukan pemadaman lanjutan menggunakan water cannon dari fire truck.
terbakarBaca Juga: Listrik Korslet, Tiga Rumah di Tegalwatu Tiris Probolinggo Terbakar
Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.40.
Petugas Tindak Internal (PTI) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, Sukirno mengatakan bahwa saat tim tiba, api masih menyala di bagian mesin.
“Warga sudah mencoba memadamkan dengan APAR, tapi belum tuntas. Kami lanjutkan pemadaman hingga benar-benar padam,” katanya.
Akibat kebakaran tersebut, bagian mesin depan dan dashboard mobil mengalami kerusakan cukup parah.
Kendaraan bahkan tak lagi bisa dinyalakan. Setelah api dipastikan padam dan aman, mobil didorong menepi ke arah selatan, masuk Jalan KH Hasan Genggong, agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp 15 juta.
“Dari tingkat kerusakan yang terlihat, perkiraan kerugian sekitar Rp 15 jutaan,” jelas Sukirno. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi