TONGAS, Radar Bromo- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo, Sabtu (21/2) sore memicu banjir di Dusun Jalid, Desa Tongas Wetan.
Sebanyak 21 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan air masuk hingga ke dalam rumah.
Hujan mulai turun sekitar pukul 17.15. Intensitasnya terus meningkat hingga pukul 18.00. Tak lama setelah azan magrib berkumandang, air mulai menggenangi permukiman.
Salah satu warga terdampak, Tugimin, 54 mengatakan air dengan cepat masuk ke rumah-rumah warga.
“Magrib itu air mulai masuk ke rumah-rumah warga dan baru surut sekitar pukul 22.00,” ujarnya.
Warga sempat berupaya membendung air yang hendak masuk melalui pintu rumah dengan menggunakan tumpukan batang pisang dan lumpur.
Namun, derasnya arus membuat barikade darurat tersebut jebol. Air pun mengalir deras ke dalam rumah.
Para warga segera menyelamatkan perabotan rumah tangga dengan cara menaikkannya ke tempat yang lebih tinggi.
Namun upaya itu tak sepenuhnya berhasil. Air yang datang begitu cepat membuat sejumlah barang elektronik tak sempat diamankan.
“Setrika dan kipas angin listrik saya tidak terselamatkan. Air masuk setinggi mata kaki di ruang tamu dan kamar. Di bagian dapur malah sampai sekitar setengah meter,” ungkapnya.
Menurut Tugimin, banjir kali ini merupakan yang terparah dalam dua tahun terakhir.
Ia mengingat, dua tahun lalu banjir juga sempat terjadi, namun air hanya menggenangi teras dan tidak sampai masuk ke dalam rumah.
“Biasanya dalam satu musim hujan bisa terjadi sampai tiga kali. Kalau melihat kondisi sekarang, kemungkinan ke depan bisa lebih parah kalau terjadi banjir lagi,” prediksinya.
Kondisi lebih memprihatinkan juga dialami Suharti, 74. Rumahnya diterjang air dari dua arah, yakni dari depan dan belakang.
Hal itu karena bagian belakang rumahnya berbatasan langsung dengan aliran Sungai Kampung Jalid. “Air masuk dari pintu depan dan belakang rumah,” tuturnya.
Dalam kondisi seorang diri, Suharti tak mampu menyelamatkan seluruh barang miliknya. Akibatnya, tiga kasur miliknya basah terendam dan dua unit kulkas rusak.
Tak hanya itu, beberapa bahan makanan seperti beras di rumahnya juga turut terendam sehingga sementara waktu ia tak bisa memasak.
“Kasurnya mungkin masih bisa dijemur. Tapi kulkas sepertinya sudah tidak bisa dipakai lagi,” katanya lirih pada Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (22/2).
Sementara itu, petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo, Lana menyampaikan bahwa total 21 KK terdampak banjir. Mereka tersebar di RT 01 dan RT 02/RW 02 serta RT 05/RW 02 Dusun Jalid.
“Kami turun ke lokasi untuk membantu evakuasi warga, melakukan asesmen, dan meninjau titik masuknya air. Namun sekitar pukul 22.00 air berangsur surut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerugian materil belum bisa ditafsirkan,” jelasnya. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi