Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gara-gara AC Korsleting usai Dua Hari Menyala Nonstop, Rumah di Tegalsiwalan Probolinggo Terbakar

Inneke Agustin • Jumat, 20 Februari 2026 | 22:41 WIB

 

SEMPROT: Petugas Damkar Kabupaten Probolinggo Unit Dringu memadamkam kebakaran di rumah Muhammad Faris Rezya, 34, warga Desa Sumberbulu, Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (19/2) malam.
SEMPROT: Petugas Damkar Kabupaten Probolinggo Unit Dringu memadamkam kebakaran di rumah Muhammad Faris Rezya, 34, warga Desa Sumberbulu, Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (19/2) malam.
 

 

TEGALSIWALAN, Radar Bromo – Diduga karena korsleting pendingin ruangan atau AC, rumah milik Muhammad Faris Rezya, 34, terbakar. Rumah yang ada di Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, itu tidak seluruhnya terbakar.

Api hanya membakar kamar anak korban di lantai 2. Karena kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.

Komandan Regu (Danru) D Damkar Kabupaten Probolinggo Unit Dringu Rahman Yudhiarta menjelaskan, sebelum kebakaran AC di kamar anak korban menyala tanpa henti selama dua hari. Sehingga, menyebabkan overheat dan terjadi korsleting.

“AC-nya menyala terus menerus kurang lebih dua harian, sehingga terjadi konsleting,” ujarnya.

Awalnya, keluar percikan api dari unit AC. Percikan api menyambar tumpukan pakaian yang ada di kamar. Lalu, api dengan cepat membesar dan membakar sejumlah barang di ruangan tersebut. Mulai AC, meja kecil, lemari, serta sejumlah pakaian.

Saat kamar terbakar, anak korban tengah tidur di kamar itu. Beruntung, sang ibu sigap menyelamatkannya. Warga sekitar juga berupaya membantu memadamkan api secara manual. Namun besarnya kobaran api membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.

“Asap sudah tebal dan api terlanjur membesar di dalam kamar. Akhirnya warga melapor ke Damkar,” tambah Rahman.

Petugas Damkar Kabupaten Probolinggo yang tiba di lokasi segera berusaha memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Mengingat sumber api berkaitan dengan instalasi listrik, petugas menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk menghindari risiko tersengat arus listrik.

“Kami menghabiskan satu APAR berukuran 6 kilogram untuk memadamkan api saat itu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp 10 juta,” pungkasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tegalsiwalan #korsleting #terbakar #ac #probolinggo