Ketua RT 04/RW 03 Kelurahan Mayangan Puji mengatakan, saat kejadian korban sedang memasak bumbu untuk dijual kembali. Nahas, korban diduga tertidur sehingga tidak menyadari api kompor membesar dan menjalar. “Api kompor diduga menjalar ke tabung gas tanpa sepengetahuan korban,” ujarnya.
Api dengan cepat membesar setelah mengenai tabung gas. Korban baru tersadar ketika api sudah membakar sebagian dapur. Panik, korban sempat berupaya menjinakkan api dengan menutup tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram menggunakan lap basah. Namun gagal.
Tabung gas justru terjatuh dan menyemburkan api ke sisi selatan dapur. Kobaran api mengenai tumpukan bumbu dapur dan sejumlah peralatan masak yang mudah terbakar. “Karena api semakin membesar, korban akhirnya keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Ketinggian api saat itu diperkirakan sudah mencapai sekitar 1,5 meter,” jelas Puji.
Dalam kepanikan, Asmaningsih berteriak meminta pertolongan warga. Ia juga berusaha menyelamatkan diri bersama anaknya, Ucok, 30. Teriakan korban mengundang perhatian warga sekitar. Mereka berdatangan untuk membantu memadamkan api.
Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kota Probolinggo Nanang Effendy mengaku, mendapatkan laporan sekitar pukul 20.35. Pihaknya langsung menuju lokasi membawa dua unit fire truck berkapasitas 3.000 liter dan 5.000 liter.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 20 menit. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.55. Selanjutnya, petugas melakukan proses pendinginan dan memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Sekitar pukul 21.15, situasi dinyatakan kembali kondusif dan aman,” tambah Nanang.
Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun akibat kobaran api, dapur rumah korban rusak parah. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga