KOMPETISI Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 Kota Probolinggo rampung. Senin (16/2), digelar babak final di Aula Lantai 3 SMK Negeri 2 Kota Probolinggo.
Ajang hasil kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo bersama Jawa Pos Radar Bromo, ini berlangsung meriah dan penuh semangat kompetitif.
Antusiasme peserta didik untuk mengikuti ajang tingkat Kota Probolinggo ini begitu tinggi. Sebanyak 1.107 peserta didik dari tingkat SD dan SMP se-Kota Probolinggo resmi mendaftar. Dari ribuan peserta, ada 262 pelajar yang berhasil melaju ke babak final untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Siti Romlah mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi atas terselenggaranya kompetisi ini.
Khususnya Jawa Pos Radar Bromo sebagai mitra kolaborasi. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terkait pelaksanaan TKA.
“Kompetisi ini memberikan semangat tersendiri bagi peserta didik. Terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi TKA yang sesungguhnya pada April mendatang. Ajang ini juga menjadi sarana melatih mental untuk berani bertanding dan bersaing secara sehat,” ujarnya.
Romlah menegaskan, kesiapan menghadapi TKA tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik.
Tetapi juga dukungan penuh dari orang tua dan pihak sekolah. Melalui kompetisi TKA 2026, Disdikbud berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Probolinggo.
“Kami ingin potret pendidikan di Kota Probolinggo semakin hijau, yang berarti unggul dan berkualitas. Harapannya, capaian mutu TKA ini dapat menjadi yang tertinggi di Jawa Timur, bahkan nasional berkat persiapan yang matang,” terangnya.
Pengalaman mengikuti kompetisi semacam ini, kata Romlah, akan membuat peserta didik makin terbiasa dengan karakter soal TKA.
“Bagi yang pernah mengikuti dan meraih prestasi, tentu memiliki peluang lebih besar dibandingkan yang belum pernah mencoba,” tambahnya.
Direktur Jawa Pos Radar Bromo H.A. Suyuti menyampaikan terima kasih kepada para peserta, wali murid, serta sekolah yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Meski TKA tergolong kebijakan baru dalam dunia pendidikan, persiapan sejak dini sangat diperlukan.
“Dengan mengikuti ajang ini, peserta didik dapat membiasakan diri dengan suasana TKA yang sebenarnya,” ujarnya.
Keberhasilan kompetisi ini juga dirasakan langsung oleh para juara. Juara 1 tingkat SD, Muhammad Naufal Azizi mengaku mempersiapkan diri secara serius beberapa hari sebelum final.
Ia belajar mandiri di rumah dengan membuat rangkuman materi serta memanfaatkan video-video pembelajaran dan latihan soal daring.
“Kalau ada ajang seperti ini lagi, saya pasti ikut. Harapannya, bisa meraih hasil yang lebih baik lagi saat TKA yang sebenarnya nanti,” ujar siswa kelas VI ini.
Juara 1 tingkat SMP, Dahayu Amirah Ariyandini mengaku tidak menyangka dapat meraih nilai tertinggi. Siswi kelas VIII ini menilai, soal Bahasa Indonesia dalam kompetisi kali ini cukup menantang.
“Paragrafnya panjang dan pilihan jawabannya mirip-mirip, jadi harus benar-benar teliti. Ke depan saya akan lebih giat lagi belajar soal-soal TKA agar lebih siap saat ujian nanti,” janjinya. (gus/*)
PARA JUARA TKA 2026 KOTA PROBOLINGGO
Tingkat SD Sederajat
Juara 1
Muhammad Naufal Azizi (SDN Sukabumi 2)
Juara 2
Afkarina Wardatul Mara Khoirun Nisa (SDN Kebonsari Kulon 6)
Juara 3
Princess Shaquila Lizzate (SDN Tisnonegaran 1)
Juara Harapan 1
Daffino Alfareza Ardian Putra (SDN Kademangan 4)
Juara Harapan 2
Cakrawala Jati Pradipta (Homeschooling)
Juara Harapan 3
Yohanes Dvien Piecesco (SDK Mater Dei)
Tingkat SMP Sederajat
Juara 1
Dahayu Amirah Ariyandini (SMPN 1 Probolinggo)
Juara 2
Damia Shaza (SMPN 1 Probolinggo)
Juara 3
Steve Delphi Basori (SMPN 5 Probolinggo)
Juara Harapan 1
Axel Yanez Efraim (SMPK Mater Dei)
Juara Harapan 2
Korintus Paolos Raharjo (SMPK Mater Dei)
Juara Harapan 3
Alex Sugiarto (SMPK Mater Dei)