PROBOLINGGO, Radar Bromo - Pemeriksaan terhadap kendaraan angkutan umum terus digencarkan dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2026.
Jumat (6/2) siang, pemeriksaan dilakukan di garasi salah satu Perusahaan Otobus (PO) bus di Kota Probolinggo.
Kasi Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Partono mengatakan, ramp check dilakukan untuk memastikan kelayakan teknis kendaraan sebelum beroperasi di jalan raya.
Pemeriksaan meliputi kondisi rem, sistem pengereman, wiper, lampu, alat pemadam api ringan (APAR), hingga komponen keselamatan lainnya.
“Hari ini kami memeriksa dua unit bus, masing-masing satu bus reguler dan satu bus pariwisata,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan, bahwa kedua bus tersebut dinyatakan laik jalan. Meski demikian, petugas menemukan sejumlah catatan minor yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak pengelola.
“Untuk bus reguler, APAR perlu diganti, karena tekanannya sudah berkurang. Sedangkan, pada bus pariwisata terdapat handle pintu yang terlepas, sehingga kami minta segera dipasang kembali. Selain itu, kondisinya aman,” terangnya.
Selain pemeriksaan teknis kendaraan, petugas juga memeriksa kesehatan kru bus. Hasilnya, satu orang kru diketahui mengalami tekanan darah tinggi. Sopir juga menjalani tes urine dan seluruhnya dinyatakan negatif narkoba.
“Yang bersangkutan kami sarankan untuk beristirahat terlebih dahulu demi keselamatan,” ungkap Partono.
Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Marjono mengatakan, ramp check bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan keselamatan penumpang angkutan umum.
“Ramp check kami lakukan untuk memastikan seluruh bus benar-benar dalam kondisi layak jalan. Baik dari sisi teknis kendaraan maupun kelengkapan administrasi,” ujarnya.
Sebagai bentuk penegasan, bus yang telah memenuhi standar kelayakan diberikan stiker lolos uji ramp check.
Stiker ini menjadi penanda, bahwa kendaraan telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan aman untuk beroperasi.
“Bus yang lolos ramp check kami beri stiker khusus sebagai jaminan, bahwa kendaraan tersebut sesuai standar keselamatan,” jelasnya.
Marjono juga mengimbau seluruh pengemudi angkutan umum untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas. Serta, mengedepankan etika berkendara di jalan raya.
“Jangan ugal-ugalan dan tetap fokus saat berkendara. Keselamatan pengguna jalan adalah tanggung jawab bersama,” katanya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga