KRAKSAAN, Radar Bromo - Kerusakan jalan di wilayah selatan Kabupaten Probolinggo, khususnya di Dusun Tempuran, Desa/Kecamatan Sumber, yang dikeluhkan warga mendapat tanggapan dari Pemkab Probolinggo.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berencana membenahi jalan dengan bertahap.
Kepala PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengetahui kondisi kerusakan jalan di wilayah tersebut dan sudah melakukan penanganan pada sejumlah titik.
“Kalau yang di Sumber itu, kami sebenarnya sudah ada kegiatan di situ. Ada titik-titik tertentu, spot-spot yang rusak itu sudah kami lakukan pembenahan,” ujar Hengki.
Ia menyebutkan, di wilayah selatan terdapat tiga titik kerusakan, khususnya wilayah Sumber. Saat ini menjadi perhatian PUPR dan sudah masuk dalam tahapan penanganan bertahap.
“Di selatan itu ada tiga titik. Ya, ada tiga titik yang kami lakukan pembenahan, mulai dari Pinusan sampai ke arah sana,” jelasnya.
Menurut Hengki, perbaikan menyeluruh di ruas jalan Sumber-Ledokombo membutuhkan anggaran yang sangat besar. Estimasi kebutuhan anggaran untuk penanganan total mencapai sekitar Rp 33 miliar.
“Kalau kami harus lakukan pembenahan semuanya, itu hampir Rp33 miliar. Makanya kita lakukan perbaikan-perbaikan bertahap, tentu dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah,” katanya.
Meski demikian, PUPR memastikan proses perencanaan perbaikan lanjutan saat ini sedang berjalan. Hengki berharap perbaikan fisik bisa mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun ini.
“Saat ini juga lagi berproses perencanaan. Harapannya bulan-bulan lima, bulan enam kami sudah bisa lakukan perbaikan di sana,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa jika suatu kegiatan belum masuk dalam anggaran berjalan, pihaknya akan berupaya memasukkan dalam APBD Perubahan maupun APBD prioritas.
“Kalau memang itu tidak masuk, nanti kami coba masukkan di APBD perubahan atau APBD prioritas,” tambahnya.
Selain soal anggaran, Hengki juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penanganan jalan secara sembarangan, seperti menimbun jalan rusak dengan tanah, apalagi di area tanjakan.
“Tolong masyarakat juga mengerti, kalau ada jalan rusak jangan dikasih tanah, apalagi ditanjakan. Kemarin itu karena ditimbun tanah kanan-kiri, waktu hujan jadi lumpur dan kendaraan tidak bisa naik,” tegasnya.
Ia meminta warga untuk melaporkan kondisi jalan rusak melalui pemerintah desa atau BUMDes, agar penanganan bisa dilakukan secara tepat oleh pihak berwenang.
“Bisa dilaporkan ke kami. Nanti ada penanganan. Itu juga sudah menjadi prioritas kami,” pungkas Hengki.
Sebelumnya diberitakan, jalan rusak di Dusun Tempuran, Desa/Kecamatan Sumber, telah lama dikeluhkan warga karena menjadi satu-satunya akses utama yang menopang aktivitas pelajar, guru, warga, hingga kendaraan pengangkut hasil pertanian.
Kerusakan tersebut kerap memicu kecelakaan, terutama saat musim hujan, dan sempat diperbaiki secara swadaya oleh warga pada 2022, namun kembali rusak seiring waktu. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid