PROBOLINGGO, Radar Bromo – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Daerah Probolinggo, resmi memiliki nakhoda baru untuk empat tahun ke depan.
Sabtu (31/1), dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-3, Nurul Hidajati terpilih sebagai Ketua JSIT Indonesia Daerah Probolinggo periode 2026–2029.
Bendahara JSIT Indonesia Daerah Jawa Timur Kholifah mengatakan, Musda merupakan agenda rutin organisasi yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali.
Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penentuan arah kepemimpinan organisasi ke depan.
“Melalui Musda ini, terpilih ketua JSIT Indonesia Daerah Probolinggo baru. Harapan kami, dengan jajaran pengurus yang baru, kepemimpinan JSIT semakin berkembang dengan baik. Khususnya dalam mendorong kemajuan Sekolah Islam Terpadu di wilayah Probolinggo,” ujarnya.
Proses pemilihan ketua dilakukan melalui mekanisme organisasi yang telah ditetapkan. Sebelumnya, dibentuk tim formatur yang bertugas menyeleksi dan menetapkan calon ketua.
“Ada lima orang yang tergabung dalam tim formatur. Mereka dipilih melalui sidang pleno. Dari hasil rapat tim formatur tersebut, Ibu Nurul Hidajati ditetapkan sebagai ketua terpilih,” ujar Kholifah.
Sementara itu, Nurul mengaku akan mengemban amanah kepemimpinan untuk periode 2026-2029.
Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat soliditas kepengurusan dan merumuskan program-program yang bermanfaat bagi pengembangan Sekolah Islam Terpadu.
“Kami akan memperkuat kembali soliditas kepengurusan. Ke depan, kami juga akan menyusun dan menjalankan program-program yang baik, serta berusaha menjalankan amanah ini sebaik mungkin. Semoga JSIT Indonesia Daerah Probolinggo bisa semakin maju,” tuturnya.
Ia mengakui bahwa tantangan dunia pendidikan ke depan semakin kompleks.
Namun, ia optimistis JSIT Indonesia Daerah Probolinggo mampu melaju lebih pesat dengan terus berinovasi dan menjaga jati diri Sekolah Islam Terpadu.
“Kami tidak boleh berhenti berinovasi. Meski sekolah Islam terus bermunculan, JSIT tetap memiliki ciri khas tersendiri. Terutama dalam penekanan pada pembentukan karakter peserta didik,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi