SUMBERASIH, Radar Bromo - Tim rescue gabungan terus melakukan pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Matsadi, 60.
Namun, belum ada tanda-tanda keberadaan anak buah kapal (ABK) KMN Lanang Jaya, ini.
Korban dikabarkan terjatuh ke laut ketika berlayar, Jumat (30/1), sekitar pukup 19.30. Sejak saat itu langsung dilakukan pencarian. Minggu (1/2), tim rescue gabungan kembali turun mencarinya.
Komandan Pos Keamanan Laut Terpadu (Danposkamladu) Mayangan Letda Laut (P) Aditya Arief P mengatakan, laporan orang jatuh ke laut kali pertama diterima pihaknya, Jumat (30/1).
Sebelumnya, kapal nelayan KMN Lanang Jaya, bertolak dari Perairan Gili Ketapang sekitar pukul 19.30 dan bergerak ke utara.
“Kapal menuju rumpon untuk melakukan penangkapan ikan,” jelasnya.
Saat berada di tengah laut, korban dilaporkan terjatuh dari kapal. Namun, sejauh ini kronologis pasti kejadian tersebut masih didalami.
“Kami masih menunggu keterangan lengkap dari nakhoda kapal untuk mengetahui penyebab korban bisa terjatuh,” kata Aditya.
Minggu (1/2), pencarian melibatkan unsur gabungan. Di antaranya, dari BPBD Kota dan Kabupaten Probolinggo, Tagana, Basarnas Pos SAR Jember, Pos Kamladu Mayangan, serta Polairud.
Dalam operasi ini, tim dibagi dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
Koordinator Pos Basarnas Jember Jefriansyah Putra Pratama mengatakan, area pencarian difokuskan ke arah utara Pulau Gili Ketapang hingga radius sekitar 20 mil laut dari lokasi kejadian.
Metode pencarian dilakukan dengan pola parallel search pattern.
“Sejauh ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Karena kondisi cuaca mulai memburuk, pencarian terpaksa kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan dengan pemantauan,” ujarnya, Minggu (1/2) siang. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga