Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hujan Disertai Angin Kencang Bikin Rumah Rusak di Probolinggo

Inneke Agustin • Minggu, 1 Februari 2026 | 06:11 WIB
PERBAIKAN: Warga terdampak puting beliung, Muhammad Sudi, di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo saat memperbaiki garasinya, Sabtu (31/1).
PERBAIKAN: Warga terdampak puting beliung, Muhammad Sudi, di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo saat memperbaiki garasinya, Sabtu (31/1).

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Ancaman cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang diprediksi BMKG tepat. Di Probolinggo, angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo, Jumat (30/1) sore.

Dampaknya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan, sejumlah pohon tumbang, hingga beberapa jembatan penghubung rusak dan terputus.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Oemar Sjarief menyampaikan bahwa cuaca ekstrem tersebut terjadi sejak pukul 13.30 hingga 17.00.

Intensitas hujan yang tinggi dan hembusan angin kencang memicu berbagai kejadian di beberapa kecamatan.

“Di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, tercatat 26 rumah terdampak angin kencang, empat pohon tumbang, serta satu tempat usaha mengalami kerusakan,” ujar Oemar.

Selain itu, di Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan, satu rumah warga tertimpa pohon tumbang.

Pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Jalan Jabung Sisir dan sempat mengganggu arus lalu lintas.

Kerusakan serupa terjadi di Desa Boto, Kecamatan Lumbang. Empat pohon tumbang menimpa rumah warga dan menyebabkan kerusakan ringan. Dua rumah lainnya juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat terpaan angin kencang

“Di Desa Sumberejo, jembatan penghubung ke area komplek juga terputus akibat abutment ambrol,” terang Oemar.

Salah satu warga terdampak angin puting beliung, Muhammad Sudi, 62, terlihat tengah memperbaiki parkiran mobilnya, Sabtu (31/1). Ia mengaku bagian atap garasi ambruk akibat terpaan angin kencang.

“Kena angin puting beliung. Untungnya mobil saya tidak apa-apa, hanya bagian atas parkiran yang ambruk,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, Sudi memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp 2 juta untuk perbaikan garasi. Ia juga menyebutkan bahwa di lingkungan tempat tinggalnya, sejumlah rumah warga lain turut terdampak, terutama pada bagian atap yang rusak. (gus/fun)

Editor : Abdul Wahid
#bpbd #angin kencang #cuaca eksrem