SUMBERASIH, Radar Bromo - Jebolnya tangkis pemecah ombak di sisi utara Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, belum bisa diperbaiki secara permanen.
Kerusakan akibat gelombang tinggi dan cuaca ekstrem Selasa (20/1), kini hanya ditambal menggunakan karung berisi pasir.
Kepala Desa Gili Ketapang Munir mengatakan, kerusakan terjadi di lima dusun. Yakni, Dusun Pesisir, Mujahidin, Krajan, Baiturrahman, dan Dusun Mardian. “Sementara yang rusak itu sepanjang kurang lebih 500 meter,” katanya.
Munir mengatakan, beberapa bagian sudah ditambal menggunakan bantuan ribuan sak pasir dari berbagai pihak. Pemerintah desa mengeluarkan 1.000 karung dan 500 batang bambu untuk tiang penyangga.
Sementara, dari BPBD Kabupaten Probolinggo memberikan 500 karung.
“Karungan diisi pasir lalu ditata rapi menjadi sebuah tanggul. Lalu, disokong dengan batang bambu agar lebih kuat,” jelasnya.
Munir mengatakan, ambrolnya tangkis ini berpotensi menyebabkan rumah di sekitar lokasi longsor. Karena itu, perlu adanya pananganan secara permanen.
“Tapi untuk penanganan permanen nanti mungkin melalui BPBD Kabupaten Probolinggo, karena sudah dilakukan survei juga ke sini,” ujarnya.
Selasa (27/1), Polsek Sumberasih bersama Forkopimca Sumberasih, menyalurkan bantuan 2.000 lembar karung untuk perbaikan tanggul penahan ombak yang ambrol.
Penyerahannya dilakukan di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo kepada Kepala Desa Gili Ketapang.
Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat pesisir yang terdampak bencana alam.
“Kami berharap bantuan ini dapat segera dimanfaatkan untuk memperbaiki tanggul penahan ombak yang ambrol akibat gelombang pasang, sehingga dapat meminimalisasi dampak abrasi dan melindungi keselamatan warga,” katanya. (gus/rud)
Baca Juga: Infrastruktur Maju, Warga Desa Gili Ketapang Probolinggo Semakin Sejahtera
Editor : Moch Vikry Romadhoni