KANIGARAN, Radar Bromo - Pemkot Probolinggo berupaya mensterilkan kawasan Alun-Alun Kota Probolinggo dari pedagang kaki lima (PKL).
Mereka dilarang berjualan di tepi jalan sekitar alun-alun. Kini, sebagian PKL sudah pindah berjualan di depan Museum Probolinggo.
Kabid Trantibum Satpol PP kota Probolinggo Angga Budi Pramudya mengatakan, pihaknya berupaya menertibkan para PKL di semua titik.
Termasuk di dekat alun-alun. Namun, ada PKL yang bandel dan nekat berjualan di sana.
“Kami sudah berikan surat peringatan kedua pada PKL di sekitar alun-alun. Supaya mereka tidak lagi berjaulan di sana,” katanya, Sabtu (24/1).
Angga menambahkan, pihaknya meminta para PKL pindah ke lokasi yang telah ditetapkan menjadi Pusat PKL.
Seperti di GOR A. Yani, jika stand masih ada. Kemudian, di Museum Probolinggo, di samping kantor Kecamatan Mayangan dan di Taman Maramis.
“Alhamdulillah, sudah ada 6 PKL di dekat alun-alun yagn pindah ke Museum Probolinggo,” terangnya.
Namun, kata Angga, PKL yang berjualan di museum tidak boleh menetap atau permanen. Mereka hanya boleh ada di museum saat berjualan.
Saat sudah tidak berjualan, lapak atau gerobaknya harus dibawa pulang, sehingga tidak merusak tatatan kawasan museum.
“Lapaknya tetap harus bongkar pasang dan harus dibawa pulang saat tidak berjualan,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga