Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Baru Enam PKL Pindah ke Museum Probolinggo, PKL Dekat Alun-Alun Kota Probolinggo Di-SP Dua

Arif Mashudi • Minggu, 25 Januari 2026 | 10:35 WIB
MENGAIS REZEKI: Sejumlah PKL berjualan di Museum Probolinggo.
MENGAIS REZEKI: Sejumlah PKL berjualan di Museum Probolinggo.

KANIGARAN, Radar Bromo - Pemkot Probolinggo berupaya mensterilkan kawasan Alun-Alun Kota Probolinggo dari pedagang kaki lima (PKL).

Mereka dilarang berjualan di tepi jalan sekitar alun-alun. Kini, sebagian PKL sudah pindah berjualan di depan Museum Probolinggo.

Kabid Trantibum Satpol PP kota Probolinggo Angga Budi Pramudya mengatakan, pihaknya berupaya menertibkan para PKL di semua titik.

Termasuk di dekat alun-alun. Namun, ada PKL yang bandel dan nekat berjualan di sana.

“Kami sudah berikan surat peringatan kedua pada PKL di sekitar alun-alun. Supaya mereka tidak lagi berjaulan di sana,” katanya, Sabtu (24/1).

Angga menambahkan, pihaknya meminta para PKL pindah ke lokasi yang telah ditetapkan menjadi Pusat PKL.

Seperti di GOR A. Yani, jika stand masih ada. Kemudian, di Museum Probolinggo, di samping kantor Kecamatan Mayangan dan di Taman Maramis.

“Alhamdulillah, sudah ada 6 PKL di dekat alun-alun yagn pindah ke Museum Probolinggo,” terangnya.

Namun, kata Angga, PKL yang berjualan di museum tidak boleh menetap atau permanen. Mereka hanya boleh ada di museum saat berjualan.

Saat sudah tidak berjualan, lapak atau gerobaknya harus dibawa pulang, sehingga tidak merusak tatatan kawasan museum.

“Lapaknya tetap harus bongkar pasang dan harus dibawa pulang saat tidak berjualan,” ujarnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#pkl #museum #alun - alun #probolinggo