PROBOLINGGO, Radar Bromo- Sepanjang 2025, kasus kebakaran di Kota Probolinggo melandai dibandingkan tahun sebelumnya. Selama 2025, tercatat ada 70 kejadian, sedangan pada 2024, mencapai 117 kasus.
“Pada 2025 kami mencatat ada 70 kejadian kebakaran. Dari jumlah tersebut, kasus kebakaran paling banyak terjadi pada lahan,” ujar Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Probolinggo Tri Setyo Anggodo.
Dari data Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, kebakaran lahan tercatat 26 kejadian. Disusul 13 kebakaran rumah, 5 kebakaran gudang, dan 4 kejadian kebakaran pabrik. Sisanya merupakan kebakaran objek lain.
Tri menjelaskan, kebakaran lahan umumnya dipicu cuaca panas yang menyebabkan rumput dan semak kering, sehingga mudah terbakar. Faktor lain yang turut berperan adalah perilaku manusia yang kurang waspada.
“Selain cuaca, kebakaran juga sering disebabkan aktivitas manusia. Seperti membakar sampah lalu ditinggal begitu saja,” jelasnya.
Menurunnya jumlah kejadian kebakaran ini, menurut Tri, tidak lepas dari berbagai faktor internal dan eksternal. Dari sisi internal, Damkar secara rutin melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
“Kami juga kerap menggelar demonstrasi pemadaman api sederhana yang bisa dilakukan di rumah, sekolah, maupun kantor,” terangnya.
Dari sisi eksternal, Tri menilai penurunan kasus kebakaran menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan. Masyarakat semakin peduli dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing.
“Sekarang sudah banyak tempat kerja yang menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Juga lebih berhati-hati, seperti tidak sembarangan membuang puntung rokok dan lebih memperhatikan potensi bahaya di sekitarnya,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni