KANIGARAN, Radar Bromo- Luasan lahan kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Probolinggo, hanya sekitar 900 meter persegi.
Kondisi ini dianggap kurang layak sebagai kantor BPN. Karena itu, BPN Kota Probolnggo meminta hibah aset ke Pemkot Probolinggo.
Lahan itu nantinya akan dibangun kantor BPN Kota Probolinggo yang baru. Permintaan itu disampaikan langsung Kepala BPN Kota Probolinggo Siswoyo kepada Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin.
Ia mengaku, selama ini sinergi BPN dengan Pemkot sudah berjalan dengan baik. Pada awal tahun ini, pihaknya menyerahkan 141 sertifikat fasilitas umum dan fasilitas sosial ke Pemkot. Dengan luas lahan total mencapai 5,8 hektare.
“Nah, ini kantor BPN sangat sempit. Kami tunggu hibahnya dari pemkot untuk lahan menjadi kantor BPN kami,” ujarnya, Rabu (21/1).
Siswoyo menerangkan, luas lahan kantor BPN Kota Probolinggo saat ini hanya berkisar 900 meter persegi. Sedangkan standar dan idealnya luas lahan kantor BPN sekitar 4.000 meter persegi. Karena itu, pihaknya berharap pemkot menghibahkan lahannya sekitar 4.000 meter persegi untuk dijadikan kantor BPN.
Menurutnya, kontribusi sektor pertanahan terhadap pendapatan daerah sangat signifikan. Pada 2025, penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari kegiatan pertanahan di Kota Probolinggo mencapai sekitar Rp 20,8 miliar. Hampir 10 persen dari total PAD.
“Jika pemkot sudah menghibahkan lahan 4.000 meter persegi ke BPN, kami nanti bisa mengajukan ke pimpinan di pusat atau Kementerian, untuk dibangunkan kantor baru,” harapnya.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, terkait pengajuan hibah lahan dari BPN bisa ditindaklanjuti. Prosesnya juga tidak terlalu sulit. Karena tidak perlu persetujuan DPRD ataupun proses lainnya.
“Kantor BPN memang informasinya sempit. Nanti BPPKAD akan menindaklanjuti lahan aset mana yang bisa dihibahkan,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni