Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pesan Menohok Bupati Probolinggo Gus Haris pada Pejabat saat Rawan Bencana: Ojok Gampang-gampang Weekend

Muhammad Fahmi • Senin, 19 Januari 2026 | 14:35 WIB
Bupati Probolinggo Gus Haris (tengah) saat meninjau banjir di Sumberasih, Probolinggo. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
Bupati Probolinggo Gus Haris (tengah) saat meninjau banjir di Sumberasih, Probolinggo. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

SUMBERASIH, Radar BromoMasuk penghujan, Kabupaten Probolinggo masih masuk waspada bencana. Bupati Probolinggo dr Mohammad Haris meminta jajarannya memberi respons cepat, akurasi asesmen dan mitigasi dini serta kolaborasi lintas sector secara berkelanjutan.

Sehari usai sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo dilanda bencana, Gus Haris –sapaan akrab Bupati Probolinggo- langsung turun meninjau sejumlah wilayah.

Ada hal menarik di sela-sela aktivitas Bupati Gus Haris meninjau daerah terdampak bencana di Sumberasih.

Saat mendapati salah satu kepala OPD tak ada di lokasi atau tengah ke luar kota saat sejumlah daerah terdampak bencana, Gus Haris langsung memberi peringatan tegas.

Awalnya Gus Haris mencari salah satu kepala dinas saat melakukan peninjauan kawasan budi daya ikan di Sumberasih yang terdampak banjir. Salah satu staf lantas menyebut ada stafnya. “Kadisnya endi (kadisnya mana?),” tanya Gus Haris.

Mendapati itu, dalam video sang staf pun menjawab bahwa sang kadis tengah pulang ke Malang. “Oh Minggu ya,” seloroh Gus Haris.

Tak berselang lama, Gus Haris pun lantas memberi peringatan tegas. “Teman-teman yang OPD terkait ya. Meskipun weekend, ini kan kita rawan bencana. Ojok gampang-gampang weekend ae, opo kate di-weekend-o terus? (jangan gampang-gampang weekend. Apa ingin di Weekend in terus?)" imbuh Gus Haris.

Potongan video Gus Haris situ beredar luas di media sosial.

Menurut Bupati Haris, tingginya intensitas hujan tidak hanya berdampak pada satu wilayah, melainkan hampir merata di berbagai kawasan rawan bencana. Baik di wilayah barat, tengah maupun timur Kabupaten Probolinggo.

“Kami minta kepada seluruh OPD terkait, terutama BPBD untuk berkolaborasi dengan kecamatan dan desa agar asesmen bisa dilakukan secara akurat dan mitigasi dapat dilakukan lebih awal. Ke depan, sebelum bencana terjadi, BPBD harus sudah memiliki laporan dan rencana langkah yang jelas,” tegasnya.

Bupati Haris menekankan bencana alam memang tidak dapat dicegah sepenuhnya, namun dampaknya dapat diminimalisir melalui perencanaan yang matang dan sistem penanganan yang terintegrasi dari tingkat kabupaten hingga desa.

“Pemerintah ini adalah sistem. Mulai dari Bupati, Wakil Bupati hingga jajaran di bawah adalah satu kesatuan. Mereka adalah kepanjangan tangan pemerintah untuk hadir dan bekerja di tengah masyarakat,” terangnya.

Dalam penanganan bencana lanjut Bupati Haris, keterlibatan seluruh unsur menjadi kunci, mulai dari BPBD, OPD terkait, TNI-Polri, Damkar, Tagana, relawan, Forkopimka hingga pemerintah desa.

Selain itu, partisipasi aktif masyarakat melalui gotong royong juga menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat.

“Ini tidak bisa kami lakukan sendiri. Pemerintah akan terus berupaya meminimalisir dampak bencana, tetapi ketika bencana terjadi, kami harapkan masyarakat juga bersama-sama melakukan gotong royong. Ini adalah konsep besar masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Bupati Haris berharap, melalui asesmen yang terus diperbarui serta kolaborasi yang semakin solid, penanganan bencana ke depan dapat berjalan lebih tepat sasaran sehingga dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin.

“Saya pastikan pemerintah daerah akan selalu hadir dalam kondisi-kondisi seperti ini bersama masyarakat,” katanya.

Editor : Muhammad Fahmi
#weekend #banjir #rawan bencana #bupati probolinggo #gus haris #bencana