SUMBERASIH, Radar Bromo-Si jago merah mengamuk di Dusun Kolo, RT 4/ RW 1, Desa Pohsangit Lor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (17/1) malam.
Kebakaran itu menghanguskan toko beserta rumah milik Buama, 37, warga setempat. Ia pun tak kuasa menahan kesedihan. Ia shock.
Betapa tidak, seluruh barang dagangan dan perabotan rumahnya ludes hangus terbakar. Padahal toko yang jadi satu dengan rumah itu masih baru dibangun dan baru buka sekitar sebulan.
Menurut Buama, saat itu kondisi kawasan setempat diguyur hujan deras disertai listrik padam. Buama lalu bergegas menutup toko. Barang dagangan yang ada di luar dimasukkan.
Termasuk sejumlah botol bensin eceran yang dijual di rak depan. Kala itu, Buama tak sendiri. Ia dibantu oleh dua putri kesangannya, Fani (17) dan Elin (11).
Namun, nahas menimpa mereka. Saat di teras toko, satu botol yang dibawa masuk itu tiba-tiba jatuh dan pecah.
Cairan bensin itu kemudian merembet hingga akhirnya tersulut api yang berasal dari lilin. Lalu...blarr. Api langsung menyambar.
Buama pun panik. Ia berupaya memadamkan api sebisanya. Namun upayanya itu tak berhasil.
"Sama kakak dipadamkan pakai handuk basah tapi tetap tak bisa. Hingga akhirnya mereka memilih menyelamatkan diri keluar dari rumah," ungkap Salam (35), adik Buama.
Kobaran api kemudian makin membesar. Tak cukup lama, bangunan toko yang menyatu dengan rumah itu pun ludes terbakar.
Warga sekitar juga berusaha untuk memadamkannya. Mereka tampak kewalahan lantaran kobaran api sangat besar.
Tak berselang lama, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Pasurun juga terjun ke lokasi kejadian. Hingga akhirnya api bisa langsung dijinakkan.
Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas itu. Buama hanya mengalami luka bakar ringan. Ia bahkan sempat dilarikan ke puskesmas terdekat.
Atas musibah itu, Purnomo (40), suami Buama menafsirkan kerugian yang dialami keluarganya itu mencapai ratusan juta rupiah. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi