SUKAPURA, Radar Bromo-Mul, 30, warga Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, babak belur diamuk massa Kamis (15/1) malam. Dia dihajar warga karena diduga hendak mencuri motor.
Pencurian motor itu terjadi di Desa Wonokerto, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pukul 21.00.
Saat itu, Mul datang ke toko milik Sup, 53 dan berpura-pura membeli sesuatu.
Namun saat korban lengah, Mul membawa kabur motor korban yang diparkir di depan toko. Yaitu, Honda Revo warna biru yang kuncinya tidak dilepas.
“Setelah motor dibawa kabur, ada perangkat Desa Wonokerto yang langsung menginformasikan kejadian tersebut pada warga Sapikerep. Warga kemudian bersama-sama mencari para pelaku,” terang Kasun Tambak, Desa Sapikerep, Sukapura, Adiono.
Tak berselang lama, tiga motor terlihat melintas di wilayah Desa Sapikerep dengan dikendarai empat orang. Jaraknya sekitar empat kilometer dari lokasi pencurian.
Berdasarkan keterangan warga, empat orang itu adalah para terduga pelaku pencurian motor milik Sup.
Dua orang naik sebuah motor berboncengan dan dua orang masing-masing berkendara sendirian. Salah satu motor yang dikendarai sendiri itu adalah milik korban.
“Warga yang sudah mengetahui ciri-ciri motor korban langsung berteriak maling dan mengejar pelaku,” jelasnya.
Panik dikejar warga, salah satu terduga pelaku yang mengendarai motor hasil curian kehilangan kendali saat melintasi jalan menikung.
Pelaku pun terjatuh dan kemudian ditangkap oleh warga. Dia tidak lain Mul.
Begitu tertangkap, Mul pun menjadi sasaran amukan warga. Dia dipukuli hingga babak belur di bagian wajah dan kepala. Sementara itu, tiga pelaku lainnya berhasil kabur.
“Yang tertangkap hanya satu orang dan sudah kami serahkan ke Polsek Sukapura. Tiga rekannya tancap gas kabur,” tandas Adiono.
Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Pelaku sudah kami amankan di Mapolsek Sukapura untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi