PAJARAKAN, Radar Bromo– Penipuan atau penggelapan motor dengan modus pemberian bantuan sosial (bansos) tidak hanya terjadi di Kota Probolinggo. Namun, meluas ke Kabupaten Probolinggo.
Kali ini yang jadi korban yaitu Sujito, 51, warga Desa Sebaung, Gending. Motor milik Sujito dibawa kabur orang yang baru dikenalnya Selasa (13/1).
Orang ini sebelumnya mengiming-imingi korban dengan berjanji membantu korban mendapat bantuan perlengkapan bengkel.
Korban Sujito memang baru saja membuka bengkel tubles di sisi utara jalur pantura Desa Karanggeger, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.
Selasa (13/1) sekitar pukul 08.30, dia didatangi seorang pria yang mengaku bernama Candra, warga Desa Ketompen, Pajarakan.
Pria yang datang menggunakan motor bebek, berkaus abu-abu, dan bercelana jins ini kemudian duduk di bengkel.
Korban tidak menaruh curiga, sebab bengkel memang sering dijadikan tempat istirahat oleh pedagang, sales, maupun sopir.
Tak lama kemudian, Candra memberitahu bahwa korban mendapat bantuan berupa alat-alat bengkel untuk mendukung usahanya. Korban mulanya tidak percaya.
Candra pun meyakinkan korban dengan mengatakan bahwa dirinya pernah menjadi anggota tim sukses mantan Bupati Probolinggo. Mendengar hal itu, korban mulai percaya.
“Pria ini mengaku bernama Candra, salah satu anggota tim sukses mantan Bupati Probolinggo. Katanya saya dapat bantuan usaha. Syaratnya hanya menyerahkan KTP dan KK,” katanya saat ditemui Rabu (14/1).
Saat itu, korban hanya membawa KTP. Candra lantas meminta korban agar segera melengkapi KK. Korban pun segera memutuskan pulang ke rumah untuk mengambil KK.
Setelah syarat lengkap, menurut Candra, korban harus menyerahkan persyaratan itu ke rumah saudara Candra. Lokasinya di Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan.
“Saat syarat diminta saya hanya bawa KTP. Jadi harus pulang dulu ambil KK. Katanya Candra (pelaku, Red) akan balik ke bengkel setelah duhur. Lalu bersama-sama ke rumah saudaranya di Desa Pajarakan Kulon,” jelasnya.
Benar saja. Sekitar pukul 12.10, Candra kembali datang ke bengkel korban. Namun, saat itu dia terlihat terburu-buru.
Sebab, katanya sudah ditunggu orang di rumah saudaranya di Desa Pajarakan Kulon.
Karenanya, Candra meminta pada korban agar mereka ketemuan di lokasi. Candra pun memberikan ancer-ancer rumah saudaranya tersebut dan berjanji akan menunggu persis di pinggir jalan dekat rumah.
Setelah sepakat, korban segera berangkat ke Desa Pajarakan Kulon dengan naik motor. Namun, saat hendak berangkat tiba-tiba ban motor korban kempes.
Dia pun meminjam motor Yamaha Mio milik temannya, Tafip Sukirman, warga Desa Blado Wetan, Banyuanyar.
Kebetulan, saat itu Tafip mampir ke bengkel korban. Dia baru selesai memperpanjang pelat nomor motor miliknya.
“Motor milik saya bannya kempes. Jadi pinjam motor milik teman sebentar ke lokasi untuk ketemuan sama Candra,” bebernya.
Candra sendiri sudah ada di lokasi saat korban sampai. Saat itu, dia sedang mengobrol dengan seseorang bernama Syaiful Bahri yang disebut sebagai saudaranya.
Begitu bertemu korban, Candra meminta KTP dan HP korban. Selanjutnya, HP akan diinstal aplikasi yang terkoneksi dengan bantuan tersebut.
Candra lantas pamit mengambil bantuan untuk korban. Menurutnya, bantuan itu harus diambil di selatan Genggong.
Candra lantas minta izin pada korban untuk meminjam motor yang dibawa korban. Alasannya, dia tidak membawa motor.
Korban sempat enggan memberikan pinjaman motor pada Candra. Sebab, motor itu bukan milik korban. Melainkan milik teman korban.
Untuk meyakinkan korban, Candra turut membawa Syaiful Bahri yang menurutnya juga akan mendapat bantuan. Korban pun kembali percaya. Dia menyerahkan motor itu pada Candra dan menunggu di lokasi.
Setelah menunggu sekitar satu jam, Syaiful Bahri yang sebelumnya dibonceng Candra pulang menggunakan ojek.
Dirinya mengaku diturunkan oleh Candra di sebuah rumah di Desa Sumberdawe, Maron. Sementara Candra beralasan pada Syaiful Bahri akan mengambil motor roda tiga untuk mengangkut bantuan.
Namun, Sandra tidak kunjung kembali sampai sore. Korban pun sadar dia jadi korban penipuan. Sore itu juga, korban melapor ke Polres Probolinggo.
“Sebelumnya pelaku mengaku Syaiful Bahri adalah saudaranya. Namun, ternyata Syaiful mengaku juga baru kenal. Pelaku datang ke rumahnya mau memberikan bantuan. Barang yang dibawa kabur pelaku motor, HP, dan KTP,” terangnya.
Kasi Humas Polres Probolinggo AKP Merdhania Pravita Shanty mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan dari korban. Selanjutnya petugas akan melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.
“Korban sudah melapor, berkas dan bukti kepemilikan atas barang yang hilang juga sudah kami terima. Laporan yang masuk kami proses,” tuturnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi