Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cuaca Ekstrem, Dua Pohon Tumbang Tutup Jalan Lumbang-Probolinggo

Achmad Arianto • Minggu, 11 Januari 2026 | 21:49 WIB
LONGSOR: Forkopimcam Lumbang bersama Pemerintah Desa Sapih dan warga membersihkan jalan Dusun Kukusan, Desa Sapih, dari sisa longsor.
LONGSOR: Forkopimcam Lumbang bersama Pemerintah Desa Sapih dan warga membersihkan jalan Dusun Kukusan, Desa Sapih, dari sisa longsor.

LUMBANG, Radar Bromo - Cuaca ekstrem terjadi di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (10/1) malam, membawa bencana.

Dua pohon setinggi 15 meter di Dusun Gunung Kukusan, Desa Sapih, tumbang. Syukur tak sampai ada korban jiwa. Namun batang pohon membuat akses jalan lumpuh.

Kala itu, hujan deras mengguyur di wilayah Kecamatan Lumbang, sejak sore. Makin petang, hujan makin deras disertai angin kencang.

Angin menghantam dua pohon pinus dan kaliandra yang tumbuh di bahu Jalan Dusun Kukusan, Desa Sapih.

Akibatnya, pohon setinggi 15 meter itu tumbang menutupi jalan dusun.

“Pohon tumbang terjadi malam hari saat hujan disertai dengan angin kencang. Diketahui oleh warga saat melintas karena pohon menutupi jalan,” ujar Camat Lumbang Budi Utomo, Minggu (11/1).

Pemerintah Desa Sapih melaporkan ke pemerintah kecamatan. Keesokan harinya, Minggu (11/1), pemerintah kecamatan dan Forkopimcam Lumbang bersama Pemerintah Desa Sapih serta warga bergotong royong mengevakuasi pohon tersebut.

Budi memastikan dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil. Pohon tumbang hanya sempat membuat akses jalan satu-satunya di Dusun Gunung Kukusan, lumpuh.

“Evakuasi dilakukan sekitar dua jam. Batang pohon dipindahkan dengan hati-hati, sehingga jalan bisa dilalui lagi,” jelasnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengaku telah mendapatkan laporan adanya pohon tumbang ini.

Namun evakuasi dilakukan secara mandiri bersama warga. “Insiden ini ditindaklanjuti dengan kerja bakti bersih-bersih pohon tumbang,” katanya.

 

Curah Hujan Tinggi, Siaga Cuaca Ekstrem

Sejak awal Januari, curah hujan di Kabupaten Probolinggo terpantau meningkat. Karenanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo siaga terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Peningkatan kewaspadaan ini juga dilakukan menyusul terjadi insiden cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

Karena itu, kewaspadaan terhadap bencana ditingkatkan. Terlebih ketika terjadi anomali cuaca di wilayah potensi.

“Potensi cuaca ekstrem ini sejalan dengan tingginya curah hujan, sehingga perlu menjadi perhatian. Bukan hanya petugas, tetapi juga masyarakat,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah.

Cuaca ekstrem pada umumnya terjadi saat hujan deras disertai angin kencang. Kondisi ini perlu diwaspadai karena sering menimbulkan kerusakan. Khususnya saat hujan turun dengan intensitas tinggi dengan durasi lama.

Bila itu terjadi, BPBD meningkatkan koordinasi lintas sektor. Mulai dari tingkat desa sampai kecamatan. Informasi dari masyarakat juga sangat penting.

Khususnya, untuk mengetahui gambaran bencana sehingga dapat ditindaklanjuti dengan asesmen maupun mitigasi bencana.

Mitigasi bencana dilakukan untuk meminimalisasi dampak bencana. Agar jika ada wilayah terkena bencana, pemerintah setempat dapat dilakukan asesmen awal.

Kemudian, BPBD melakukan asesmen lanjutan sekaligus memberikan bantuan logistik kebencanaan sesuai kebutuhan.

“Sejatinya bukan hanya cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai. Tetapi bencana hidrometeorologi yang terjadi saat hujan juga harus diwaspadai,” jelasnya. (ar/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#lumbang #cuaca ekstrem #pohon tumbang #probolinggo