PROBOLINGGO, Radar Bromo - Hilangnya nelayan asal Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Juari Muksen, 71, genap tujuh hari.
Meski belum ditemukan, pencarian telah dihentikan sejak Selasa (6/1).
Koordinator Basarnas Pos SAR Jember Prahista Dian mengatakan, Senin (5/1), pihaknya menyisir hingga ke selatan Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih.
Lalu, dilanjutkan ke timur hingga ke perairan Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan.
“Dengan luasan pencarian sekitar 8 mil persegi. Namun belum ada tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya.
Selasa (6/1), pencarian dilanjutkan. Fokusnya ke arah timur hingga perairan Desa Kalibuntu lagi. Hal ini dikarenakan kondisi arus saat itu bergerak ke timur.
“Luas pencarian sekitar 6 mil persegi,” katanya.
Proses pencarian tetap menggunakan dua SRU dan dua alat utama berupa perahu karet.
Tim pencarian merupakan gabungan dari Basarnas dan BPBD Kabupaten Probolinggo. Namun hasilnya masih nihil.
“Berdasarkan hasil evaluasi kami, belum ada tanda-tanda atau info mengenai keberadaan korban, sehingga pencarian kami maksimalkan hingga hari ini saja,” ujar pria yang akrab dipanggil Dedek ini.
Hal senada juga disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief. Hingga hari ketujuh, tidak ada tanda-tanda keberadaan korban.
“Nanti bila suatu saat ada informasi keberadaan korban, kami akan melakukan operasi SAR lagi untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.
Diketahui, Rabu (31/12), Juari dilaporkan hilang setelah pamit mencari kerang di Pantai Bujel, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
Mengetahui Juari tidak pulang hingga Kamis (1/1), akhirnya melapor ke pemerintah desa.
Laporan diteruskan ke Satpol Airud Polres Probolinggo Kota, Basarnas, dan BPBD Kabupaten Probolinggo. Pencarian dimulai sejak Jumat-Selasa (2-6/1), hasilnya nihil. (gus/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni