SUKAPURA, Radar Bromo-Larangan penggunaan motor matik saat berlibur ke kawasan Bromo sudah didengungkan. Namun, masih ada saja wisatawan nekat menggunakan motor matik naik ke kawasan Bromo.
Dalam sehari di awal tahun 2026, terdapat lima motor matik ditemukan mengalami gangguan pengereman saat turun dari kawasan wisata Gunung Bromo, (1/1).
Lima motor itupun diminta istirahat lebih dulu di Lemah Kuning atau Tengking, Desa Ngadisari, Sukapura.
Di titik ini, Pemdes Ngadisari melakukan penyekatan motor matik, bersamaan dengan libur tahun baru 2026.
Jaraknya sekitar 4 kilometer dari wisata gunung bromo.
Kepala Desa Ngadisari Sunaryono menegaskan, pemdes memang memprediksi akan terjadi lonjakan pengunjung ke gunung Bromo selamat libur tahun baru. Prediksi itu terbukti benar.
Sejak pagi hingga siang, ada sekitar 500 pengguna motor yang berhenti di titik penyekatan Lemah Kuning atau Tengking.
Dari ratusan motor tersebut, ditemukan lima motor yang remnya bermasalah.
“Titik penyekatan dijaga Linmas desa. Ada lima motor matik yang mengalami gangguan rem. Untung saja bisa diketahui saat berhenti di titik penyekatan. Sehingga, tidak sampai terjadi kecelakaan,” bebernya.
Motor matik yang kedapatan mengalami gangguan fungsi rem itu kemudian diminta beristirahat 10 menit untuk mendinginkan rem.
Baru, kemudian mereka boleh melanjutkan perjalanan pulang.
Namun, ada beberapa motor matik yang remnya rusak. Sehingga, motor dibawa ke bengkel terdekat oleh petugas Linmas. Sementara penumpang diantar sampai bengkel.
“Penyekatan motor matik kami lakukan mulai pukul 09.00 sampai sore hari atau saat pengunjung mulai sepi. Tidak ada tujuan lain. Kami hanya ingin meningkatkan keselamatan dan menurunkan potensi kecelakaan karena rem blong,” tandasnya.
Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira mengatakan, motor matik memang tidak direkomendasikan dipakai di gunung Bromo.
Sebab, bukan spek kendaraan yang bisa digunakan untuk jalan tanjakan maupun turunan curam.
“Penggunaan matik di gunung Bromo tidak direkomendasikan. Karena itulah kami pasang banner larangan penggunaan motor matik di titik-titik rawan,” bebernya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi