Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ini Pengakuan Sopir yang Truknya Dibakar karena Angkut Sapi Curian di Wonomerto Probolinggo

Arif Mashudi • Rabu, 31 Desember 2025 | 16:24 WIB
MENGAKU: Mudin (baju merah) saat dimintai keterangan petugas dan kepala desa.
MENGAKU: Mudin (baju merah) saat dimintai keterangan petugas dan kepala desa.

WONOMERTO, Radar Bromo - Mudin, 46, masih diamankan di Mapolsek Wonomerto. Sopir yang truknya dibakar massa asal Desa Sepuh Gembol, tak pernah menyangka aksinya malah berujung pembakaran truk miliknya.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Mudin mengaku tidak tahu pasti sapi yang diangkutnya merupakan hasil curian.

Sehingga, saat ada dua warga yang terlihat di lokasi sedang mencari sapi, dirinya pun menyampaikan di atas truknya ada sapi. Setelah dicek, ternyata sapi di atas truknya merupakan sapi yang hilang dicuri.

”Saya yang beri tahu ke dua orang, kalau cari sapi di atas truk. Karena saya tidak tahu pasti, sapi yang disuruh saya bawa itu sapi dari mana,” kata Mudin.

Mudin menceritakan, malam itu dirinya baru saja memperbaiki truknya keluar untuk mencoba truknya.

Nah, saat hendak pulang, dia lewat depan rumah terduga inisial R, warga Desa Sepuh Gembol. Di situ, terduga R pun menawarkan untuk berhenti.

”Karena saya kecapekan, saya sampai ketiduran di teras rumah R,” ujarnya.

Saat tertidur, dia lalu dibangunkan terduga R. Kemudian, dia diajak R untuk ngangkut sapi milik terduga S, warga Desa Sekar Kare, Kecamatan Wonomerto.

Mengetahui sapi milik terduga S, Mudin bingung. Di sisi lain takut sapi tidak benar, sisi lain jika menolak ajakan itu malah menjadi sasaran terror terduga S.

”Saya itu takut mau menolak pas diajak. Karena bilang mau angkut sapi milik S. Karena pernah ada kejadian, mobil tetangga ini dibakar,” akuinya.

Dari situ, lanjut Mudin, dia dengan terpaksa mengikuti ajakan terduga R. Kemudian, dengan naik truk, dia dan terduga R menuju ke lokasi penjemputan sapi.

Setiba di lokasi, terduga R langsung turun. Ternyata sudah ada dua orang lain yang siap naikkan sapi ke atas truk.

”Saya tidak turun, tidak ikut naikkan sapi. Tapi saya melihat, tiga orang termasuk R itu yang naikkan sapi ke truk,” ujarnya.

Namun anehnya, saat dia menunggu di atas truk, terduga R tak kunjung naik ke truk. Sehingga, dirinya tetap di atas truk, karena tidak tahu harus ke mana atau dibawa ke mana sapi itu.

Tidak lama, ada dua orang di tepi jalan. Dirinya pun turun dari truk dan memberi tahu pada kedua orang tersebut, jika mencari sapi, di atas truk itu ada sapi.

”Saya tidak ada niatan untuk melarikan diri. Karena saya memang tidak tahu sapi itu hasil apa dan hanya ikut ajakan R. Kalau saya mau, saya bisa pergi langsung. Karena saya biasa diajak saudara angkut sapi malam hari kirim ke Bawean Salatiga Jawa Tengah,” terangnya. (mas/fun)

Editor : Abdul Wahid
#curwan #wonomerto #probolinggo #pencurian sapi