PROBOLINGGO, Radar Bromo- Keselamatan pelajar di lima sekolah di jalur utama Kota Probolinggo, menjadi perhatian serius Pemkot Probolinggo. Sekolah-sekolah ini dilengkapi dengan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) sebagai upaya meningkatkan keselamatan pelajar. Khususnya ketika menyeberang jalan.
Kepala Seksi Angkutan Dishub Kota Probolinggo Partono Bastian mengatakan, ada lima sekolah yang menjadi prioritas pembangunan ZoSS tahun ini. Di antaranya, SMK Ahmad Yani, SMAN 4 Probolinggo, SMPN 2 Probolinggo, SMKN 3 Probolinggo, dan SDN Kanigaran 6.
“ZoSS kami bangun untuk mengendalikan kecepatan kendaraan dan mengutamakan keselamatan anak sekolah yang hendak menyeberang. Tujuannya, mencegah kecelakaan, menciptakan lingkungan yang aman, sekaligus mendidik pengguna jalan agar lebih beretika,” ujarnya.
SMPN 2 Probolinggo dan SMKN 3 Probolinggo, sejatinya sudah pernah dilengkapi ZoSS. Namun, markah dan rambunya sudah memudar, sehingga perlu ditegaskan kembali. Sementara itu, tiga sekolah lainnya memang belum pernah dilengkapi ZoSS.
“Di beberapa sekolah lain, khususnya di sepanjang Jalan Basuki Rahmat, dulu juga ada ZoSS. Tapi, karena adanya overlay jalan, marka tersebut tertutup dan tidak terlihat lagi,” ujar Partono.
Idealnya, kata Partono, setiap sekolah memiliki ZoSS. Sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 34/2014 tentang Markah Jalan. Namun, sejauh ini masih banyak sekolah di Kota Probolinggo belum dilengkapi.
“Karena keterbatasan anggaran, tahun ini kami cicil dulu lima sekolah sesuai skala prioritas. Untuk sekolah yang berada di ruas jalan nasional, kami sudah bersurat ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) sejak lima tahun lalu, namun belum mendapat balasan. Dalam waktu dekat akan kami sounding ulang,” jelasnya.
ZoSS diprioritaskan untuk sekolah yang berada di jalan utama dengan lebar minimal 5,5 meter. Menurut Partono, lebar tersebut dibutuhkan agar pengaturan dua lajur lalu lintas dapat berjalan optimal. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga