Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dana Operasional Dapur MBG Telat Cair, Dua SPPG Berhenti Operasi Sementara di Kota Probolinggo

Arif Mashudi • Sabtu, 20 Desember 2025 | 21:56 WIB
SEPI: SPPG Tisnonegaran, salah satu dari dua SPPG yang berhenti beroperasi sementara karena dana operasional belum cair. Kemarin (19/12), tidak ada aktivitas di tempat itu.
SEPI: SPPG Tisnonegaran, salah satu dari dua SPPG yang berhenti beroperasi sementara karena dana operasional belum cair. Kemarin (19/12), tidak ada aktivitas di tempat itu.

KANIGARAN, Radar Bromo - Dua Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau dapur MBG tiba-tiba berhenti operasi di Kota Probolinggo.

Keduanya berhenti operasi sejak Senin (15/12) karena dana MBG belum cair.

Dua SPPG tersebut yaitu SPPG Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran dan SPPG Seruni Sukabumi, Kecamatan Mayangan.

Dua SPPG itu sudah mengedarkan surat pemberitahuan penghentian sementara pengiriman MBG mulai 15 Desember.

Disebutkan di surat itu, SPPG berhenti sementara hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Akibatnya, ribuan siswa penerima manfaat tidak lagi mendapat kiriman MBG sejak 15 Desember. Jumlahnya sekitar 6.350 lebih siswa di 33 sekolah.

Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo membenarkan bahwa sejak awal pekan ini ada 2 SPPG di kota yang menghentikan sementara layanan pengiriman MBG. Sebab, dana operasional dapur umum MBG terlambat cair.

Yaitu, SPPG Tisnonegaran yang selama ini melayani 7 sekolah dengan jumlah penerima manfaat 3.000 lebih siswa. Lalu, SPPG Seruni Sukabumi melayani 3.350 siswa penerima manfaat yang tersebar di 26 sekolah.

”Benar, ada dua SPPG yang sudah berhenti sementara. SPPG Tisnonegara dan SPPG Seruni Sukabumi,” ujarnya singkat.

Di Kota Probolinggo sendiri, menurut Tyok (panggilannya), ada 12 SPPG yang beroperasi. Rencananya, pada Januari 2026 akan ada lagi 4 SPPG yang beroperasi atau mulai mengirim MBG ke penerima manfaat.

”Nantinya, semua SPPG berhenti sementara karena memang liburan sekolah. Kecuali SPPG yang melayani pengiriman MBG di luar sekolah,” terangnya.

Kepala SPPG Kota Probolinggo Rio Fajarwanto belum dapat dikonfirmasi tentang hal ini. Saat dikonfirmasi, dia tak kunjung merespons dan tidak ada jawaban.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, tidak ada aktivitas sama sekali di dua SPPG yang berhenti operasi sementara. Karena selama aktivitas berhenti sementara, semua pekerja diliburkan.

Salah satu narasumber yang enggan disebut namanya mengatakan, tidak semua orang boleh masuk ke SPPG. Bahkan, SPPG tidak bersedia memberikan konfirmasi pada media jika tidak membawa surat izin dari Badan Bergizi Nasional (BGN).

”Jadi semuanya diatur satu pintu dari BGN. Kami yang di SPPG nggak punya wewenang mengizinkan atau memberikan keterangan,” ujar mantan pekerja di sebuah SPPG di Kota Probolinggo ini.

Sementara itu, Kepala SPPG Seruni Sukabumi Diki membenarkan bahwa SPPG yang dikelolanya berhenti sementara sejak Senin pekan lalu. Sebab, dana operasional dapur umum terlambat cair. Selain itu, juga hampir mendekati libur panjang.

”Sampai kapan pengiriman MBG berhenti, ya sampai dana operasional cair kembali,” ujarnya singkat.

 

Siswa Kembali ke Kebiasaan Lama

Dua SPPG yang berhenti beroperasi membuat ribuan siswa penerima manfaat, tak lagi mendapat kiriman MBG sejak Senin (15/12). Sekolah pun mempersilakan masing-masing siswa untuk membawa bekal makan siang sendiri.

Seperti yang terjadi di MTs Negeri Kota Probolinggo, SMAN 1 Kota Probolinggo, SMPN 10 Kota Probolinggo. Serta ribuan siswa di puluhan sekolah yang dilayani SPPG Tisnonegaran dan SPPG Seruni Sukabumi.

Kepala MTs Negeri Kota Probolinggo Abdul Manaf mengatakan, pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan tentang penghentian sementara pengiriman MBG. Di MTs Negeri, ada 966 siswa penerima manfaat MBG. Selama sepekan ini, mereka tak lagi mendapat MBG. 

”Karena adanya informasi seperti itu, kami kembalikan pada kebiasaan siswa. Ada yang membawa bekal makan siang sendiri, ada juga yang tidak dan makan di kantin,” terangnya.

Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo mengatakan, dari 12 SPPG, sudah ada dua SPPG yang berhenti sementara. Namun, nantinya semua SPPG akan berhenti sementara selama libur sekolah. Kecuali, SPPG yang melayani MBG di luar sekolah sebagai penerima manfaat.

”Nanti akan ada aturan terbaru untuk pengiriman MBG. Jadi nanti tidak hanya siswa, tapi guru juga dapat MBG. Terpenting, nanti MBG kembali berjalan normal setelah liburan sekolah,” terangnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#dana operasional #Mbg #Kota Probolinggo #SPPG